Apa Gunanya Memiliki Seluruh Dunia

1

Renungan Hari Kamis  18  Februari 2021, Kamis Setelah Rabu Abu Pekan Biasa VI
Bacaan I Ul.30:15-20
Bacaan Injil Luk.9:22-25

Masa Prapaskah adalah masa di mana umat beriman dipanggil untuk merenungkan segala keterbatasan duniawi kita. kita baru saja melewati Rabu Abu di mana seluruh Umat Katolik dipanggil untuk satu pertobatan dan rekonsiliasi atas segala dosa yang telah dilakukan. Dalam situasi ini, semua orang beriman dipanggil untuk menyadari bahwa semuanya bersifat sementara dan tidak akan abadi. Penaburan abu di kepala yang kita saksikan bersama adalah satu bentuk pertobatan umat manusia untuk menyadari bahwa segala isi kepala akan sirna dan menjadi abu. Oleh sebab itu kita dipanggil untuk terus menerus menyadari kefanaan ini.

Penginjil Lukas hari ini menampilkan satu kisah tentang penderitaan Yesus di mana Ia akan ditolak oleh orang-orang tua Yahudi dan imam-imam kepala. Namun pada hari yang ketiga Ia akan bangkit lagi. Dan Yesus juga meminta kita untuk memikul salib dan mengikuti-Nya ke mana Ia pergi. Sebagai pengikut Kristus, kita harus menyangkal segala kecendrungan kita yang membawa kita pada dosa. Dan Yesus berpesan kepada murid-murid-Nya bahwa apa gunanya seorang memiliki seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya. Pertanyaan ini harus kita renungkan bersama dalam hidup keberimanan kita.

Sebagai orang beriman, kita diminta untuk selalu menyangkal diri dengan mengurangi segala kecenderungan kita yang jahat. Yesus meminta agar kita mengikuti jejak-Nya ke mana Ia pergi. Oleh sebab itu di masa Prapaskah ini, kita senantiasa bersama menyadari segala keterbatasan kita dan selalu merefleksikan segala kefanaan hidup kita. bahwa kita hanyalah debu yang akan kembali pada susatu waktu ketika fisik kita tak lagi mampu menopang roh yang dihembuskan oleh Allah. Allah meminta kita untuk terus membenah diri dalam segala situasi dan tetap setia memikul salib kita di hadapan Tuhan. Masa prapaskah adalah masa untuk kembali kepada Tuhan dalam puasa dan pantang.

Fr.Jondry Siki, CMF
Alumnus Fakultas Filsafat Unwira Kupang
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More