Belajar Berinisiatif dari Zakheus

0 55

Selasa, 16 November 2021

2 Mak 6:18-31; Luk 19:1-10

 

Injil pada hari ini berkisah tentang seorang yang bertubuh pendek, bernama Zakeus. Dia adalah seorang kepala pemungut cukai. Aksinya begitu terkenal karena berinisiatif untuk bertemu Yesus dengan cara yang unik, yakni menaiki pohon agar bisa melihat Yesus.

Aksinya mendapat tanggapan dari Yesus. Barangkali karena unik, Zakeus berhasil menarik perhatian Yesus. Yesus pun lalu memanggil Zakheus untuk turun dari pohon dan pergi makan bersama. Zakheus pun menerima Yesus dan pergi dengan sukacita.

Di tempat makan, yakni di rumah Zakheus, terjadi suatu perubahan yang amat besar dalam diri Zakheus. Dia bertobat, kemudian berjanji untuk memberi kembali kepada orang lain apa yang sedang dimilikinya. Dan, bagi Yesus, apa yang dikatakan Zakheus berarti sedang terjadi suatu proses keselamatan. Apa yang Yesus cari, telah Dia temukan.

Apa pesan yang bisa kita gali dari kisah Zakheus ini?

Kisah Zakheus ini sangat menarik. Inisiatifnya sangat besar untuk bisa bertemu dengan Yesus. Dia tidak sungkan untuk menggunakan segala cara untuk bisa bertemu Yesus. Ingat bahwa Zakheus adalah seorang kepala pemungut cukai. Pastinya dia punya posisi yang sangat penting dalam kelompoknya. Dia juga bertubuh pendek. Tetapi dia tidak gengsi untuk naik pohon dan keterbatasan tubuhnya tidak menyulutkan semangatnya untuk bisa bertemu Yesus.

Selain memiliki inisiatif untuk bertemu Yesus, di rumahnya, Zakheus berinisiatif untuk memberikan apa yang dia miliki, termasuk mengembalikan kepada orang yang dia peras sebanyak empat kali lipat. Apa yang dilakukannya itu menunjukkan adanya pertobatan. Itulah sebabnya Yesus katakan bahwa keselamatan sedang terjadi di rumah Zakheus.

Inisiatif Zakheus adalah apa yang sering kita sebut sebagai iman. Zakheus memiliki iman yang kuat untuk bertemu Yesus dan iman untuk bertobat dan kembali kepada jalan hidup yang benar. Iman pastinya mengubah cara hidup Zakheus.

Hari ini, kita diajak oleh Zakheus untuk memiliki inisiatif atau memiliki iman, menanggapi Tuhan yang senantiasa hadir di depan kita. Iman adalah tanggapan kita atas wahyu Allah, dan dengan wahyu itu, kita senantiasa diubah kepada cara hidup kristiani.

Mari kita belajar dari Zakheus tentang menjadi seorang pengikut Kristus. (mario f. cole putra, cmf)

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More