Bermisi dalam Konteks

6

Rabu, 1 September 2021
Kol 1:1-8; Luk 4:38-44

Injil pada hari ini sangat menarik untuk kita refleksikan bersama. Kisah Injil hari ini berbicara banyak tentang Yesus yang menyembuhkan orang-orang sakit. Semua itu berawal dari ketika Yesus keluar dari rumah ibadat lalu pergi ke rumah Simon yang rupanya ada ibu mertuanya yang sedang sakit untuk kemudian disembuhkan. Berkat mukjizat itu, tanpa menunggu waktu lama datang kepada Yesus untuk disembuhkan.

Alur kisahnya sungguh menarik, sebab menunjukkan adanya nilai teologis yang bisa dipetik dari sana.

Kalimat “Yesus meninggalkan rumah ibadat” ini sangat penting. Kalimat ini mengingatkan kita akan dari mana Yesus berasal, yakni Dia rela meninggalkan tahta-Nya, Dia rela meninggalkan kenyamanan surga. Yesus meninggalkan rumah ibadat berarti dia keluar dari sana untuk masuk dalam realitas kehidupan manusia. Begitulah yang terjadi ketika Dia mau meninggalkan surga.

Kemudian, kisah berlanjut ketika dia berada di rumah Simon. Di rumah Simon, Yesus berjumpa dengan orang sakit. Tidak hanya ibu mertua Simon, tetapi ada begitu banyak orang yang disembuhkan oleh kuasa Yesus. Orang-orang yang sakit ini adalah realitas kehidupan manusia. “Sakit”bisa berarti masalah dan juga penderitaan hidup manusia. Dan Yesus datang untuk menyembuhkan mereka dari sakit, dari masalah dan penderitaan hidup manusia.

Apa yang dibuat oleh Yesus dalam kisah ini adalah sebentuk model teologi pembebasan. Teologi pembebasan pada intinya adalah untuk membebaskan orang-orang dari belenggu kemiskinan dan juga mengubah system pemiskinan yang telah melembaga itu.

Dari perspektif ini, keluarnya Yesus dari rumah ibadat ke rumah Simon bisa kita lihat sebagai keluarnya Yesus dari tahta surgawi menuju rumah manusia, rumah yang dipenuhi orang-orang berdosa. Dan tujuannya adalah menyembuhkan mereka dari sakit, membebaskan kita dari segala dosa, atau dari penderitaan yang ada.

Lalu, apa relevansi bacaan hari ini untuk kita?

Misi Yesus pada hari ini didasarkan pada konteks. Konteksnya adalah ada begitu banyak orang datang kepada Yesus untuk disembuhkan karena mereka sedang sakit. Maka, misi Yesus dalam konteks itu adalah menyembuhkan orang-orang yang sedang sakit itu. Misi berhasil menjawab konteks. Demikian juga dengan hadirnya teologi pembebebasan yang lahir dari situasi masyarakat Amerika Latin.

Maka, penting bagi kita, terlebih dalam kerasulan-kerasulan kita untuk melihat apa konteks yang sedang dihadapi oleh masyarakat. Sebagai misal, konteksnya orang-orang muda tidak ikut menyantap Tubuh Kristus. Dengan demikian, kita perlu berpikir, materi seperti apa yang hendak kita berikan dalam kerasulan. Pendekatan seperti apa yang bisa kita berikan agar mereka menjadi paham dan bisa menerima Tubuh Kristus. Ini hanya contoh. Selebihnya bisa kita lihat dalam realitas kerasulan kita. (mario f. cole putra, cmf)

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More