Bermisi Hingga Batas Dunia

3

Renungan Hari Senin 25 Januari 2021,  Hari Biasa Pekan III

Bacaan Bacaan I Kis 22:3-16

Bacaan Injil Mark 16:15-18.

Pesta Pertobatan St. Paulus, Rasul

Pembaptisan adalah jalan masuk untuk ikut dalam misi Kristus. Panggilan untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia menjadi tugas semua yang telah dibaptis. Pengenalan Injil bisa dilakukan melalui jalur karya dan pengabdian. Tentu masih terbersit di ingatan kita, para guru agama dari Larantuka diutus untuk mengajar dan menginjil di Flores Barat. Beberapa dari mereka diutus ke pedalaman Timor untuk menjadi guru lalu mereka menikah dengan orang asli dan benih agama Katolik ditanam di sana. Demikian juga beberapa guru dari Timor bertugas di Rote dan menikah di sana lalu para tukang yang meninggalkan kampung halam untuk bekerja di tempat yang ada proyek dan menikah di sana. Dari kisah inilah Injil dan kekatolikan  diperkenalkan.

Hari in gereja merayakan Pesta pertobatan St. Paulus. Gereja menghormati St, Paulus sebagai rasul bangsa-bangsa kafir. Dengan gigih ia telah menembus Eropa dan gereja kemudian bertumbuh subur dan kini menjadi kebudayaan Eropa yang tidak terpisahkan dari kehidupan Orang Eropa. Proses penyatuan agama dan budaya Eropa menjadi satu membutuhkan ribuan tahun. Santo Paulus telah menemukan jalan yang benar. Ia berbalik arah menjadi pewarta Injil yang gagah perkasa. Dalam dan melalui pengabdiannya, Injil kemudian dikenal hingga luar teritorial Yahudi.

Penginjil Markus hari ini menampilkan kepada kita tentang para pewarta Sabda Allah yang diutus ke segala penjuru dunia. bahwa orang-orang yang tulus dalam melayani Tuhan tidak akan mengalami celaka. Bahkan mereka akan dapat berbicara dalam bahasa yang baru, mampu menyembuhkan orang sakit dan tidak akan keracuanan sedikitpun. Ini adalah tanda-tanda yang akan dikenakan kepada para pewarta  yang dengan Tulus melayani Allah. Semua memang ada hikmah dan ganjarannya.

Sebagai orang Kristen kita dipanggil untuk memberi kesaksian kesaksian kepada semua orang yang belum mengenal Injil. Dalam kata dan perbuatan sejatinya keduanya beriringan agar hidup manusia menjadi aman dan sentosa. Semua orang akan mendapatkan kasih karunia Allah dalam setiap laku dan tindakan kita. dalam hidup bersama, sejatinya cinta kasih harus selalu kita pancarkan kepada semua orang yang belum mengenal Kristus. Kita semua adalah misionaris.

Jondry Siki, CMF
(Menjalankan TOP di Novisiat Claretian dan Paroki St. Vinsensius A Paulo Benlutu)
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More