Cinta Akan Kemanusiaan adalah Hukum Tertinggi

1 3

Renungan Hari Minggu  25 Oktober 2020
Bacaan I Kel 22:21-27;
Bacaan I 1 Tes 1:5c-10
Bacaan Injil Mat 22:34-40

Banyak dari kita (saya dan anda) selalu bangga ketika mengungkapkan kata kasih. Bahkan kita menjadikannya sebagai senjata untuk menyerang pihak lain yang tidak menjalani perintah kasih. Senjata untuk melawan intoleransi, pembunuh, pemerkosa, dll. Tapi, apakah kita sungguh mewujudkan iman kita sebagai bentuk perwujudan kasih kita kepada Allah?

Dalam Injil hari ini, Yesus menjawab pertanyaan seorang ahli taurat mengenai hukum yang terbesar. Yesus mengutip dari kitab Ulangan 6:5, secara tegas ingin mengajarkan kepada mereka semua sebagai sebuah bentuk pengakuan iman yang mendasar dan esensial dan merupakan teks pertama yang harus dihafal oleh setiap anak Yahudi. Ini berarti bahwa kita harus memberi kasih yang total kepada Allah, kasih yang menguasai emosi kita, kasih yang mengarahkan semua pikiran kita, kasih yang merupakan dinamika tindakan kita.

Perintah kedua yang Yesus kutip berasal dari Imamat 19:18. Kasih kita kepada Allah harus terwujud dalam kasih terhadap sesama manusia. Namun, harus kita ingat urutan perintah ini; kasih kepada Allah ialah yang pertama, dan kasih terhadap sesama manusia yang kedua. Hanya apabila kita mengasihi Allah, manusia dapat kita kasihi. Mengapa harus mengasihi sesama? karena manusia diciptakan seturut citra Allah (Kej 1:26,27). Alasan inilah maka manusia dapat dikasihi.

Dasar sejati hidup manusia adalah kasih terhadap Allah. Ketika kita tidak sungguh mengasihi Allah maka kita akan menjadi manusia yang mudah marah terhadap orang, hidup menjadi pesimistis, kita dapat bersikap kasar terhadap orang lain. Kasih terhadap sesama menjadi landasan yang kuat dalam kasih terhadap Allah. Mengasihi Allah serta manusia bukan dengan perasaan sentimental yang samar-samar (aduh kasihan….tanpa bertindak), melainkan dengan komitmen penuh yang diwujudkan dalam penyembahan kepada Allah dan pelayanan praktis kepada “sesama”. Bahwa sesungguhnya kasih itu memberi bukan bukan hanya kata.

Marilah kita mengungkapkan iman kita dengan mewujudkan iman itu kepada sesama kita.

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More