COBALAH UNTUK MEMBACA DAN BERMENUNG BERSAMA TUHAN

2

“Manusia hebat adalah manusia yang bisa mengendalikan dirinya saat marah dan dihina. Lalu Mau mengampuni”

Motivasi di atas telah ditemukan dalam pergumulan Sukacita Umat dalam Kegiatan HUT Paroki Benlutu yang Ke-17 tahun. Khususnya dalam Pertandingan Voly Putra yang Seru antara Kombas Antonius Maria Claret dan Wilayah II Kapela Boentuka.
Dalam refleksi saya….. Sungguh luar biasa semangat iman umat yang begitu antusias dengan kegiatan Sukacita iman umat ini. Ada nilai positifnya yang tanpa disadari oleh umat bahwa semuanya bertanding dengan fanatik membela Kombas dan Kapelanya. Ada Sorak-sorai Penonton yang memanasi arena Pertandingan. Dan apa yang terjadi? Munculah Protes akibat tidak tahan marah, kesal akibat kata2 hinaan dari suporter lain. Pertandingan sempat terhenti….. Ada kekesalan hampir tidak melanjutkan pertandingan.
Memang Tuhan itu Maha baik….. IA mengetuk Pintu hati umat…. IA memberikan ‘Air Sejuk’ di hati umat sehingga ada pengendalian amarah dan ada semangat mengampuni dengan rendah hati di antara suporter satu sama lain dan di antara pemain Voli Putra satu sama lainnya. Inilah Makna yang Luar Biasa dalamnya yang menusuk relung2 hati dan ruang iman umat. Ada Nilai Positif saling memaafkan dan ada tanda pengampunan dalam hal pertobatan. Pertandingan akhirnya dilanjutkan dalam suasana Persaudaraan dan Kasih….. Dalam suasana saling mengampuni dan semangat mensana in corpori Sano ( dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat ). Memang terasa janggal dan lucu dalam hal iman….. Di sela-sela panasnya pertandingan ada doa Tobat dan doa Bapakami di lapangan yang riuh. Luar biasa. Umat Benlutu…. Telah menyadari betapa penting persaudaraan, keterlibatan dan pertobatan. Hal ini perlu diacungi jempol.
Ingatlah…. Kita ini satu, kita basodara, kita adalah Paroki Benlutu.

Terimakasih untuk umat semua yang terlibat dalam sukacita umat di Hari Menyongsong HUT Paroki kita. Di pihak lain…. Ada juga hal yang perlu kita terima dengan rendah hati….bahwa Masih ada yang menganggap sepele, menganggap kegiatan ini tidak penting, tidak peduli dengan kegiatan Sukacita ini… Adanya kritikan2 negatif (hanya bisa mempersalahkan Gembala dan karya Pastoralnya) yang bila didengar sungguh menggoncang batin…. Tapi itulah masukan yang berarti bagi saya dan kita semua.
Tidaklah mengapa…. Berpatokan pada motivasi Paus Fransiskus kepada Para imam dan umat “jika ingin rendah hati, terimalah penghinaan” juga kalimat motivasi di atas di awal tulisan refleksi ini. Bukankah hidup ini adalah proses belajar di dalam kekurangan diri kita untuk saling menerima? Bukankah hidup ini akan terus mengajak kita belajar berbenah diri menjadi dewasa?
Tekat kita umat Benlutu adalah satu yakni membangun peraaudaraan.
Persaudaraan tanpa adanya kecurigaan2, tanpa adanya pola berpikir Negatif…. Mulailah berpikir positif tanpa mengabaikan kritikan yang membangun. Persaudaraan yang menjurus pada partisipasi aktif membangun iman umat menuju ekonomi keluarga dalam kesabaran dan kerendahan hati.
Akhirnya bermainlah dalam permainan tapi jangan mempermainkan permainan karena permainan akan mempermainkan anda. Saya ada untuk engkau, Dia, dia, kita, kamu dan mereka. Itulah relasi Cinta Aku-Engkau menurut filsuf Marthin Buber dan Filsuf Gabriel Marcel. Dan Sabda Yesus Kristus Sang Guru Ilahi kita ” ……di atas batu karang ini…. Akan KU dirikan GerejaKU, dan alam maut tidak akan menguasainya”.
Salve.

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More