DEEPFAKE: Tantangan Baru Moral dan Iman di Persimpangan Teknologi

0 51

Setia untuk berpegang teguh pada ajaran moral, adalah satu pekerjaan yang sulit. Dunia dewasa ini sedang berada dalam persimpangan jalan media komunikasi. Belakangan ini beredar banyak video, konten dan link-link yang membahayakan iman dan moral. Peredaran video-video syur tidak terkendali di era industri 4.0. Media-media digital seperti WA, FB, IG dan lain sebagainya kini sebagian orang salah gunakan. Segala jenis kejahatan dilakukan secara online.

Namun di tengah kemajuan teknologi semua orang diundang untuk bijak dan cermat dalam menggunakan media-media komunikasi sosial dengan baik. Banyak kelurga yang menjadi korban teknologi sebab diiming-imingi uang ratusan juta. Banyak infomasi palsu yang telah banyak menyesatkan masyarakat. Oleh sebab itu manusia diundang untuk menata hati dengan baik di tengah kemajuan ini. Sebab manusia saat ini ssedang dalam persimpangan teknologi dan moral.

Teknologi, Komunikasi dan Informasi

Peradaban teknologi kini berada pada level industri 4.0. Kemajuan-kemajuan tersebut tidak terlepas dari pencapaian para pemikir yang tidak henti-hentinya menemukan inovasi terbaru dalam dunia teknologi. Tentu kemajuan ini sangat membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Manusia sebagai makhluk yang berakal terus berpikir untuk menemukan hal-hal baru dalam dunia dewasa ini.

Industri 1.0 dimulai di Inggris dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt. Penemuan ini menandai berdirinya era baru yakni dunia industri  di Inggris dan Eropa daratan. Penemuan ini berdampak pada perekonomian dunia kala itu. Lalu pada akhir abad 19, penemuan listrik. Penemuan listrik berdampak pada perakitan mobil, pesawat dan perlengkapan perang lainnya. Kemajuan ini dikenal dengan industri 2.0.

Selanjutny, setelah penemuan mesin uap dan listrik, kini dunia bergerak menuju era komputerisasi dan perobotan. Pada era ini, sistem kerja manusia dibantu oleh komputer dan robot. Era ini kemudia dikenal dengan industri 3.0. Perkembangan teknologi tidak hanya berhenti pada titik tersebut. Kemajuan ilmu pengetahuan terus berproses hingga hari ini dan di sini.  Kemajuan telah  membuat dunia   bergelinding dalam industri 4.0.

Saat ini, dunia sedang dalam tantangan zaman industri 4.0. Di era ini, segala hal dilakukan serba online atau daring. Penggunaan internet di abad 21 sudah menjadi satu “kebutuhan”.  Ponsel-ponsel pintar kini menjamur di pasaran. Segala hal kini dalam sistem digitalisasi. Singkat kata, industri 4.0 adalah peradaban baru di mana segalanya terkoneksi dengan internet.

Tanggapan Gereja tentang IPTEK

Gereja Katolik merupakan salah satu institusi keagamaan yang turut mengambil bagian dalam pergeseran zaman. Dalam Konsili Vatikan II, yang berlangsung 11 Oktober 1962-8 Desember 1965, dibicarakan tentang alat-alat teknologi dan komunikasi sosial demi kepentingan gereja dan evangelisasi. Dokumen pertama adalah Inter Mirifica, yang dicetuskan pada 4 Desember 1963. Dokumen ini secara khusus berbicara tentang penggunaan media komunikasi seperti, koran, film, radio televisi dan media-media lainnya.

Dokumen kedua Communio et Progressio yang diterbitkan pada 23 Mei 1971. Dokumen ini merupakan pedoman pastoral yang baru dalam hal menyikapi penggunaan barang-barang teknologi secara baik dan benar. Dalam bagian pertama dokumen ini dijelaskan dengan tegas bahwa persekutuan dan perkembangan manusia merupakan tujuan utama dari setiap komunikasi. Dokumen ini juga memamparkan sumbangan komunikasi bagi manusia serta hak untuk mengakses informasi. Dalam bagian akhir dokumen ini, umat Kristen dipanggil untuk berkomitmen dan bijak dalam menggunakan media komunikasi.

Dokumen ketiga Aetatis Novae diterbitkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 22 Februari 1992. Dalam bahasa Indonesia, frasa Aetatis Novae dapat diterjemahkan dengan “Terbitnya Suatu Era Baru”. Dokumen ini diterbitkan untuk memberi petunjuk baru dalam menggunakan media-media komununikas yang berkembang begitu cepat. Hal-hal yang mendapat sorotan dari dokumen ini adalah revolusi teknologi seperti satelit, TV, Komputer, CD, teknologi digital seperti  FAXsimile, pengiriman data dan percetakan jarak jauh.

Penemuan-penemuan baru ini dirasa cukup membantu untuk proses peutusan gereja. Namun dokumen ini diterbitkan untuk mengundang semua orang bijak dan berusaha untuk menghindari hal-hal negatif dalam penggunaan media telekomunikasi tersebut. Singkatnya, Gereja Katolik sangat menghormati penggunaan media-media komunikasi demi kebaikan umat manusia terutama dalam pewartaan Injil di era yang baru ini.

DEEPFAKE: Tantangan Moral Baru

Kata deepfake mendadak viral, setelah beredar video syur yang mirip artis. Kata deepfake adalah kata bahasa Inggris yang berarti pemalsuan tingkat tinggi. Deepfake adalah teknik untuk sintetis citra manusia menggunakan kecerdasan buatan. Deepfake digunakan untuk menggabungkan dan menempatkan gambar dan video yang ada ke sumber gambar dan video dengan menggunakan teknik pembelajaran mesin.

Deepfake sering digunakan untuk membuat konten porno selebritis, membalas dendam dan membuat berita-berita paslu. Deepfake sulit untuk deteksi apakah pemberitaan dan video itu sungguh palsu atau tidak. Deepfake,telah mengorbankan di tengah kemajuan  teknologi.  Deepfake, telah mendatangkan petaka baru bagi moral dan iman. Banyak orang telah mengalami kehancuran akibat Deepfake. Namun kita diminta untuk lebih jelih menyikapi semua video yang beredar apakah ini asli atau Deepfake.

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More