Follow Me!

0 2

Senin 28 Juni, 2021.

Pekan Biasa XIII

Mat 8:18-22

 

Follow Me!

Injil hari ini sangatlah menarik karena percakapan Yesus dan ahli-ahli Taurat. Percakapan  itu membuat kita untuk merenungkan panggilan kita sebagai orang Kristen. Mengapa kita mengikuti Yesus? Penting untuk mempertimbangkan motivasi kita akan hal ini. Ada yang memilih untuk mengikuti Yesus karena begitulah cara mereka dibesarkan dari sejak kecil. Orang lain melakukannya karena itu membuat mereka merasa lebih baik untuk melakukannya. Dan yang lain lagi melakukannya karena mereka pikir itu akan membuat hidup mereka lebih baik dalam berbagai cara. Tapi apa motivasi ideal untuk mengikuti Tuhan kita? Motivasi ideal untuk mengikuti Yesus secara total dan teguh sangat sederhana. Kita mengikuti Dia karena Dia adalah Anak Allah dan Juruselamat Dunia. Dia datang untuk memanggil kita kepada diri-Nya dan telah mengundang kita untuk hidup dalam persatuan dengan-Nya melalui iman. Jadi idealnya, kita akan mengikuti Yesus hanya karena itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Kita tidak akan melakukannya karena kepentingan-kepentingan yang besifat egois. Cinta, dalam bentuknya yang paling murni, tidak mencintai yang lain karena apa yang kita dapatkan darinya. Cinta yang murni adalah pemberian yang diberikan kepada orang lain karena mereka layak mendapatkan cinta kita. Dan bersama Yesus, Dia layak mendapatkan cinta dan penyembahan kita hanya karena siapa itu Yesus.

Tanggapan Yesus dalam injil hari ini tentu saja merupakan satu undangan kepada ahli Taurat untuk mengikuti-Nya, tetapi hanya dalam terang pengalaman yang baru. Dengan kata lain, Yesus berkata, “Ya, ikutlah Aku. Tapi apa artinya itu? Mengikuti saya tidak akan menghasilkan kekayaan duniawimu tetapi dalam kemiskinan duniawi.

Pantaslah hari ini kita merenungkan, tentang Yesus yang mengundang kita untuk mengikuti Dia dalam kemiskinan, keterpisahan dari semua, kesederhanaan hidup dan akhirnya pengorbanan seluruh hidup kita. Pelepasan/detachment adalah langkah yang perlu jika kita ingin menjadikan Tuhan Harta dan Sukacita kita. Itu membebaskan kita untuk memberikan diri kita sendiri tanpa syarat kepada Tuhan dan pelayanan-Nya. Tidak ada yang lebih besar yang dapat kita lakukan dengan hidup kita selain untuk melayani Tuhan kita. Kita tidak bisa menandingi Tuhan dalam kemurahan hati. Yesus berjanji bahwa mereka yang rela berpisah dengan apa yang paling mereka kasihi demi Dia “akan menerima seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal” (Matius 19:29). Satu pertanyaan untuk refleksi kita itu apakah ada sesuatu yang menahan kita untuk memberikan semua milik kita kepada Tuhan?

 

 

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More