HASIL KEPUTUSAN RAPAT AWAL TAHUN 2024

77

Pada hari Sabtu, 20 Januari 2024, diadakan Rapat Awal Tahun 2024 oleh Pastor Paroki (RD. Hillers) bersama Para Pengurus Gereja se- Paroki SanVinaPa Benlutu. Rapat awal tahun 2024 yang dalam istilah sekarang Sinodal Tingkat Paroki dihadiri oleh Para Guru Agama Kapela, Dewan Pastoral Kapela, Pengurus Kombas di Pusat Paroki dan di Kapela-Kapela. Dalam Sinodal Paroki SanVinaPa Benlutu yang didasari Visi dan Misi Paroki “ Berjalan Bersama dalam Semangat Injil, Menghayati dan melaksanakan Persekutuan, Partisipasi dan Perutusan” tersebut membahas beberapa agenda yakni : Tunggakan Iuran Gereja Mandiri dari Tahun 2021 2023 dan solusinya; Sharing Tentang Pembangunan Fisik Gedung Gereja Pusat Paroki yang telah direncanakan sejak tahun 2023 dan kini tenang-tenang dan didiamkan saja; dan Penetapan Kepanitiaan Perayaan Iman Tahun 2024 untuk Pusat Paroki dan warna sari.
Hasil Sinodal dan Keputusannya, sebagai berikut :


I. Tentang Iuran Gereja Mandiri dari 2021 sampai 2023.
Persoalan yang ada :

  • Pada sinodal awal tahun 2023 telah diputuskan bahwa tunggakan IuranGereja Mandiri tahun 2021 sampai 2022 batas Pelunasan setoran sebelum Hari Rabu Abu (23 Februari 2023) supaya mulai Tahun 2023 berjalan normal. Namun hal itu tidak ditindaklunjuti oleh Pengurus Gereja dan Umat sehingga Tunggakan IGM masih terjadi hingga tahun 2023, bahkan di tahun 2023 ini banyak umat yang tidak memberi kewajiban IGM sehingga terjadi Penumpukkan tunggakan IGM sebagai kewajiban umat yang luar biasa jumlahnya (213 jutaan rupiah). Hal ini kalau tidak disikapi dengan berjalan bersama sambil bermenung tentang persekutuan, partisipasi umat dan pertusan maka akan semakin menumpuk tunggakan IGM tersebut di tahun 2024.
  • Jumlah KK dari setiap Kombas yang tidak tetap
  • Ada pesoalan antara Pengurus Kombas dengan umat Kombas sehingga umat tidak menyetor IGM dan juga ada yang langsung datang setor ke Paroki karena tidak mau setor ke Pengurus
  • Ada Pengurus Gereja (Guru Agama) yang bebas dari IGM

Solusi/ Jalan Keluar :

  • Supaya tidak terjadi penumpukkan tunggakan maka Para Pengurus KUB, DPK harus berjuang lebih giat lagi dari rumah ke rumah umat yang punya tunggakan untuk segera melunasinya. Para pengurus Kombas dan DPK lebih giat membantu Paroki dengan lebih tegas ke umatBatas pelunasan Tunggakan IGM tahun 2021 sampai 2023 yakni tanggal 18 Februari 2024. Keputusan ini harus ditindklanjuti oleh pengurus Kombas dan DPK agar di tahun 2024 bisa berjalan lancar dan meringankan beban umat terhadap Gereja. Semoga berjalan lancar.
  • Dalam Berjalan bersama dengan semangat Injil, membangun dan menghayati Persekutuan, Partisipasi dan Perutusan di Paroki Mandiri, Pastor Paroki selalu dengan sikap Bijak mendengar usul-saran, atau masukan dari umat di Kapela-Kapela. Jika ada Kapela yang dalam kebijakan Kapela telah dibahas dan disepakati bersama umat agar Guru Agamanya tidak memberi Iuran, Pastor Paroki menyetujui usulan dari Kapela itu. Sehingga di setiap Kapela tidak sama kebijakannya. Berbeda-beda tetapi tetap satu. Semua itu tergantung situasi dan kondisi serta kesepakatan bersama umat di setiap Kapela.
  • Persoalan umat tidak mau setor IGM ke Pengurus Kombas dan ada yang menyetor langsung karena persoalan pribadi, disikapi oleh Pastor Paroki dengan bijak bahwa hal itu selalu terjadi karena persoalan pribadi dibawah ke kahidupan iman atau kehidupan menggereja, maka kalau ada yang setor langsung ke sekretariat
    karena pesoalan, secretariat tetap terima dan
    mengisi setorannya pada buku Kontrol IGM Paroki dan menginformasi ke Pengurus Kombas bersangkutan. Singkatnya di sekretariat tidak terima setoran IGM dari KK yang setor langsung juga dipersalahkan, tidak terima juga akan dipersalahkan dan membuat KK yang menyetor langsung bingung. Maka terima setorannya dan tetap mengisi pada buku Kontrol IGM Kombas tersebut yang ada di sekretariat.

II. Tentang Pembangunan Gedung Gereja Paroki yang telah digerakkan sejak tahun 2023 :
Persoalan yang terjadi :

  • Ada pertentangan ide diantara Panitia Pembangunan, Tokoh umat serta orang tua-tua di Pusat Paroki
  • Persoalan Lokasi gedung Gereja
  • Pastor Paroki mengalami sakit yang cukup lama
  • Sekarang seolah-olah diam, dingin, pasif dan umat apatis setelah ada persoalan dan muncul blok atau kubu.
  • Persaudaraan tanpa disadari mulai retak dan tidak ada damai sebagai nama lain dari Pembangunan.

Solusi atau jalan keluar (oleh Pastor Paroki) :

  • Saya memang waktu itu sakit dan sementara berobat dan tidak ada di paroki cukup lama kurang lebih 4 bulan, sehingga setelah sembuh dan kembali memang saya diam itulah “salib” yang telah saya pikul soal pembangunan Gereja Pusat Paroki.
  • Sekarang salib itu saya serahkan ke umat pusat paroki dan seluruh umat di wilayah paroki untuk pikul, supaya saya ringan. Terserah pada umat untuk mau membangun atau tidak. Semuanya tergantung pada persaudaraan, perdamaian, kerinduan umat untuk memiliki gedung gereja yang baru atau tidak, tergantung juga pada semangat persekutuan, partisipasi dan perutusan umat. Mau lanjut atau tidak, umat yang harus punya imisiatif untuk bergerak. Bukan pastor Paroki, kareaa pastor Paroki bukan Pastor Sak semen tetapi Pastor yang melayani Sakramen dan Sakramentali.
  • Kalau umat punya kerinduan agar tidak berjalan sendiri tetap bersama untuk membangun, maka perbaiki dulu persaudaraan,
    laksanakanlah damai. Persoalan pribadi jangan dibawa ke gereja
    dan gereja yang seolah-olah dipersalahkan. Hancurkanlah blok atau kubu. Dan silahkan buat. Semua gerakan itu dari umat, oleh umat dan untuk umat, bukan lagi dari Pastor Paroki. Kalau buat buatlah saja tidak perlu berkonsultasi denagn pastor paroki.
  • Lokasi pembangunan tetap di Lokasi Baru. Itu keputusan uskup bukan keputusan pastor paroki. Sehingga umat sebenarnya ikut saja bukan lokasi dipersoalkan dan menghambat pembangunan, tidak mengikuti kemauan umat atau tokoh umat atau para orang tua yang rambutt sudah putih tapi tidak bijaksana. Lokasi baru itu bukan kemauan pastor Paroki, pastor Paroki hanya melaksanakan apa yang menjadi kebijakan dan keputusan uskup. Bukan pastor Paroki dipersalahkan. Itu salah.
  • Sebagai motivasi maka, Jangan terlalu mendengarkan usulan orang tua yang cepat terprovokasi, yang tidak bijaksana dan punya egonya, masa jaya mereka sudah lewat, zaman mereka sudah selesai. Kini giliran umat masa kini. jangan ikut pikiran mereka yang menghambat dan tinggal ditempat saja, nanti tidak maju. Itu warisan yang buruk. Umat masa kini, dengan pikiran yang maju harus punya prinsip dan maju untuk berkembang. Pumya paradigma, hic et nunc (kini dan di sini). Yang lalu itu swaktu orang tua yang rambut sudah putih yang kini hanya duduk saja. Masa kini dan di sini, adalah zaman kaum muda yang masih kuat untuk bergerak.
  • Memulai sesuatu harus duduk bersama dan berbicara serta bertindak bersama, jangan selalu membuat kontra, halangi, analisa terlalu banyak. Hasilnya nihil dan tidak bergerak. Mulai saja tapi jangan datang ke Pastor Paroki untuk pikul “Salib” pembangunan. Umat yang harus pikul
  • Pastor paroki akan pindah, maka tanggungjawab ada pada semua umat. Silahkan sekarang mau mulai dari mana dan dengan cara apa?

III. Tentang Kepanitiaan Perayaan iman tahun 2024 untuk Pusat Paroki.

  • Pastor Paroki setelah melihat situasi dan Kondisi, mendengarkan msukan-masukan maka sebenarnya kepanitiaan
    perayaan iman tahun 2024 dipercayakan ke Kapela Jalur
    Tubnua-hane. Akan tetapi karena pertimbangan Kapela Jalur Tubnua-Hane juga masih punya banyak perhatian di kapela masing-masing, maka kepanitiaan perayan iman tahun 2024 di percayakan ke umat Wilayah II Pusat Paroki.
  • Umat Wilayah II Pusat Paroki segera membentuk Panitia Perayaan iman dan perencanaan kerja sepanjang 1 tahun ini di pusat paroki supaya dapat diumumkan pada Hari Rabu Abu.
  • Untk Kepanitiaan di Kapela Jalur Timor Raya oleh Kapela Panmolo. Dan di Jalur Mollo Barat oleh Kapela Enopapi.
  • Sebagai Usulan untuk dua Wilayah di Pusat Paroki, selama ini selalu kita tahu umat Wilayah I dan umat Wilayah II. Kalau disetujui, nama wilayah itu dipakai nama pelindung orang Kudus. Sehingga menjadi : Wilayah I (Satu) nama pelindungnya Santu Rafael Arcanjo (Santu Rafael Sang Malaikat). Untuk wilayah II (dua) nama pelindungnya Santu Mikhael Arcanjo (Santu Mikhael, Sang Malaikat.) jika menjadi wilayah III makan di pakai nama pelindung Santu Gabriel Arcanjo (Santu Gabriel, Sang Malaikat). Nama 3 Malaikat agung. Untuk sementara dua malaikat yang menjadi pelindung.
  • Ini sekedar usul saja, apakah dua wilayah ini setuju ? silahkan.
    Akhirnya inilah hasil rangkuman sinodal (Rapat) awal tahun 2024, terima kasih. Tuhan memberkati.

 

Benlutu, 20 Januari 2024
Salam dan Hormat

RD. Herman Hillers Penga
Pastor Paroki

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More