Hidup dalam Terang, Hidup untuk Menerangi

13

Minggu, 22 Maret 2020, Minggu Laetare

1 Sam 16:1b, 6-7, 10-13a; Ef 5:8-14; Yoh 9:1-41

warungsatekamu.org

Bacaan Injil hari ini berkisah tentang orang yang buta sejak lahir disembuhkan oleh Yesus. Orang-orang yang hidup pada jaman itu percaya bahwa orang yang buta sejak lahir disebabkan oleh dosanya atau dosa keluarganya. Orang-orang seperti ini dianggap tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi membantu keluarganya. Dia hanya bisa bergantung pada kemurahan hati orang lain untuk mengisi perutnya.

Berbeda dengan cara pandang Yesus tatkala menjawab pertanyaan para muridnya. Yesus hadir di dunia untuk memberikan cahaya kepada mereka yang masih berada dalam kegelapan untuk bisa melihat terang. Yesus sendiri tidak melihat orang buta itu sebagai orang yang tidak mampu, tetapi melalui si buta, kuasa Allah dapat diwujudnyatakan.

Melalui bacaan pada hari ini, kita yang masih tinggal dalam kegelapan, yang masih sulit untuk melihat, diundang untuk bisa melihat seperti Allah melihat; kita yang masih sulit untuk mencintai, diundang untuk mencitai seperti Allah mencitai. Selanjutnya kita sebagai orang Kristen diajak untuk menjadi anak-anak terang, seperti nasihat St. Paulus dalam bacaan kedua. Hidup sebagai anak-anak terang kiranya membawa kita menjadi terang bagi orang-orang di sekitar kita. Hanya terang yang bisa mengalahkan maut. Seperti kata Santo Paus Yohanes Paulus II, Darkness can only be scattered by light. Hatred can only be conquered by love”.

Semoga kita semua bisa hidup dalam terang Kristus. Terang itu tidak hanya menerangi langkah hidup kita tetapi juga menerangi hidup orang lain. Hidup dalam terang berarti membawa kita pergi jauh dari perbuatan gelap kita, seperti menghindari diri untuk gossip, memandang rendah orang lain, dan sebagainya.

Sr. Emin Ndung, RMI –berkarya di Takatsuki Shi, Osaka, Jepang

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More