Ibadat Live Streaming Jumat Agung

8

Paroki St. Vinsensius a Paulo kembali mengikuti himbauan untuk meniadakan perayaan Pekan Suci bersama umat. Alternatif yang sama kembali diambil, yakni dengan menayangkan doa secara live streaming.

Kali ini, Ibadat Jumat Agung ditayangkan secara live via channel Youtube Paroki Benlutu. Ibadat dilangsungkan pada Jumat, 10 April 2020, tepat pukul 15.00 waktu Benlutu di Gereja Paroki St. Vinsensius a Paulo Benlutu.

Ibadat Jumat Agung dipimpin oleh P. Frederikus Jampur, CMF dengan didampingi oleh Dkn. Agustinus Harun Weruin, CMF.

Meskipun berlangsung tanpa umat, ibadat berlangsung dengan sangat khidmat, tenang, dan syahdu.

Dalam homilinya, P. Fredy, CMF mengajak umat beriman yang mengikuti misa secara online untuk tetap tenang menghadapi wabah covid-19 atau virus corona ini. Umat beriman pun diajak untuk memupuk kerinduan untuk kumpul bersama di gereja dengan cara merenungkan peristiwa tersebut dari rumah masing-masing.

“Tentu kita semua sangat merindukan bahwa pada sore hari ini kita boleh berkumpul bersama seluruh umat di gereja untuk merenungkan peristiwa berahmat yang membawa dan mendatangkan keselamatan bagi kita semua. Tetapi karena wabah Covid 19 kita diajak untuk merenungkan peristiwa agung dan berahmat ini di rumah kita masing-masing bersama keluarga kita yang kita cintai”, timpalnya.

Umat beriman diajak untuk membuka perspektif bahwa meskipun tidak mengikuti misa secara langsung seperti pada tahun-tahun sebelumnya, situasi ini mengantar kepada pemahaman baru mengenai gereja itu sendiri.

“Tapi ingat bahwa kita adalah tempat Allah berdiam dan keluarga kita adalah Gereja Mini”, tambahnya.

Sebelum mengakhiri homilinya, P. Fredy membagikan beberapa poin penting refleksinya berhadapan dengan situasi dunia yang sedang berhadapan dengan virus corona ini.

Pertama, umat beriman diajak untuk menempatkan semua kecemasan dan kegelisahannya berhadapan dengan virus corona ini dalam salib Kristus. Hal ini, menurut P. Fredy, CMF, mengikuti teladan Kristus yang mempersembahkan diri-Nya ke dalam kehendak Bapa.

“Mari kita juga mempersembahkan diri kita, keluarga kita, dunia kita yang sungguh-sungguh sedang mengalami penderitaan karena virus corona kedalam penderitaan dan Salib Kristus”, katanya.

Kedua, umat beriman diajak untuk memasrahkan diri pada Tuhan. P. Fredy, CMF meyakini bahwa penderitaan ini akan berakhir. Sebab bencana apapun yang ada, Tuhan senantiasa tetap mencintai umatnya. Keberadaan pemimpin negara dan tim medis merupakan bukti cinta Allah pada manusia.

“Kita yakin bahwa dalam situasi apapun hidup kita, termasuk penderitaan dan bencana, Tuhan tetap mencintai dan mengasihi kita, paling tidak para pemimpin negara, para dokter, perawat dan relawan yang terus berjuang untuk membantu mengatasi kesulitan ini menjadi tanda kasih Allah”, lanjutnya.

Ketiga, umat beriman diajak untuk tetap mematuhi himbauan pemerintah dan Gereja, seperti, social distancing, cuci tangan, menggunakan masker, tetap tinggal di rumah, dan tetap terus berdoa.

“Dengan peristiwa ini kita diajak untuk tetap taat dan setia, semakin dekat dengan Tuhan, dengan tetap tinggal di rumah kita masing-masing sambil terus berdoa, menjaga jarak dan memakai masker”, tukasnya.

Setelah homili, ibadat dilanjutkan dengan doa umat meriah dan penyembahan Salib suci. Pada penyembahan ini, umat sekalian diajak untuk memberikan penghormatan pada salib dari rumah masing-masing. Adapun beberapa orang yang hadir dalam ibadat tersebut mengadakan penghormatan pada salib tanpa mencium salib. [mfcp]


Mario F. Cole Putra, CMF
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More