Jika Hidup Tanpa Kasih…

0 148

Rabu, 16 September 2020

1 Kor 12:31-13:13; Luk 7:31-35

Sebagai misal, daerah tempat kita tinggal adalah daerah konflik perang berkepanjangan. Kita tentu hidup dengan perasaan was-was dan takut di setiap detiknya. Kita belum sempat memikirkan tentang diri kita, kita dipaksa untuk melindungi orang yang kita sayangi, yakni suami, istri, anak-anak, dan lain sebagainya.

Inilah situasi tanpa kasih. Absennya kasih membuat kejahatan merajalela. Perkelahian, kebencian, dendam kesumat, dan peperangan hadir di mana-mana. Segala bentuk kejahatan itu bisa hadir di depan mata kita dan kita saksikan sendiri. Bisa pula kejahatan itu kita hadirkan sendiri. Kita menjadi pelaku kejahatan.

Situasi tanpa kasih bisa pula hadir seperti yang diperingatkan oleh Rasul Paulus. Ketika kita menjadi sangat sombong, di saat itulah kasih itu absen. Pelayanan dengan bersungut-sungut adalah momen absennya kasih. Meninggikan diri di tengah orang banyak adalah juga momen situasi tanpa kasih. Ketika kita tidak suka dengan keberhasilan orang lain adalah juga momen situasi tanpa kasih.

Hidup tanpa kasih bukanlah ciri seorang kristen. Menjadi kristen bukan supaya kita mendapat pengakuan dari orang lain, misalnya supaya mendapat KTP atau pekerjaan. Membenci orang lain lalu menyakiti orang lain tersebut dengan “guna-guna” bukan juga ciri orang kristen. Itu adalah situasi tanpa kasih.

Kasih adalah dasar kehidupan seorang kristen. Ini adalah landasan utama hidup seorang kristen. Jika tanpa kasih, itu bukan kristen. (mario f. cole putra, cmf)

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More