Kamis Sesudah Rabu Abu

0 3

Memikul Salib Kehidupan Kita

Ul 30:15-20; Luk 9:22-25

 

Menjadi pengikut Kristus tidaklah seperti sebuah proyek yang sekali jadi. Harus ada proses yang membutuhkan berbagai hal untuk bisa sampai pada ‘menjadi’. Untuk itu, tidak ada pilihan hidup yang bebas dari persoalan, tantangan, dan sejenisnya.

Hidup membiara, misalnya. Pilihan hidup membiarapun tidak terlepas dari berbagai kerikil-kerikil yang menghujam telapak kaki. Namun, itulah hal-hal yang sekiranya membantu seseorang untuk berproses menggapai tujuan ‘menjadi’. Di sini, dapat dilihat bahwa kualitas hidup membiara tidak dilihat dari seberapa banyak persoalan yang dihadapi, melainkan dari bagaimana menghadapi persoalan yang ada: Angkat tangan dan menyerah atau maju terus dengan segala pergulatan.

Yesus dalam bacaan hari ini menegaskan kepada para murid-Nya mengenai proses kepengikutan mereka. “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku”. Dua term kunci yang perlu kita pegang dan refleksikan adalah menyangkal diri dan memikul salib. Keduanya sangat penting untuk kita renungkan dalam masa Prapaskah ini.

 

Melalui bacaan Injil hari ini, Yesus hendak mengajarkan kita bahwa bilamana ingin menjadi murid-Nya yang sejati, setiap orang mesti melewati penderitaan, sama seperti Dia yang telah melewati setiap penderitaan itu sejak dari dalam kandungan hingga wafat-Nya di salib. Namun, di balik itu semua, Ia pun mengalami kebangkitan yang kita imani sebagai puncak iman kita sebagai orang katolik.

Untuk itu, sebagai pengikut-Nya, kita diundang untuk memikul salib hidup kita. Karen Tuhan telah menjanjikan keselamatan bagi umat-Nya yang setia dan tidak putus asa dalam mengarungi hidup ini, terlebih khusus bagi kita yang berpetualang mengikuti Dia secara lebih dekat. Tuhan memberkati.

KRONIK PAROKI

(Agustinus Rivaldo Ompong, novis CMF).

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More