Kasih Menggema Melewati Sekat Suku, Ras dan Agama

0 2

Renungan Hari Senin 05 Oktober 2020, Pekan Biasa XXVII,
Bacaan I: Gal.1:6-12
Bacaan Injil: Luk 10:25-37

Manusia terkadang menilai orang seturut ukuran dirinya sendiri. Bagi mereka, orang lain bukanlah siapa-siapa jika berhadapan dengan posisi dan keadaan mereka sebagai orang yang terpandang. Mentalitas congkak dan angkuh sudah ada sejak dunia dijadikan. Rasa hebat dan lebih dari orang lain terkadang membuat manusia lupa diri.

Bacaan Injil Suci hari ini, menguraikan dengan indah kisah cinta yang sungguh romantis dari seorang yang tidak terpandang dan selalu direndahkan oleh orang-orang Yahudi yakni orang Samaria. Bagi Orang Yahudi, Orang Samaria adalah ras yang sudah tidak murni lagi sebab telah bercampur dengan ras kafir. Yesus melalui bacaan ini, justru membalikan logika berpikir orang Yahudi. Kasih yang sejati adalah kasih yang melewati sekat suku, ras dan agama.

https://www.ancient-origins.net/

Yesus menempatkan seorang Samaria yang baik hati sebagai rujukan bahwa semua orang berharga di mata Tuhan.
Terkadang kita berpikir bahwa apa yang kita miliki itulah yang paling baik, aman dan benar. Sebenarnya di luar diri kita ada yang jauh lebih baik dari yang kita bayangkan. Oleh sebab itu kita harus menempatkan kemanusiaan di atas segala hal. Agama yang paling universal adalah kemanusia. Kita memang berbeda dalam suku, ras, agama, budaya dan bahasa namun di dalam kemanusiaan kita adalah satu dan sama di mata Tuhan.

 

Fr. Jondri Siki, CMF
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More