Kasih Tuhan Mengalir Kepada Semua Orang

0 10

Dalam budaya hidup manusia, masing-masing kita pasti mengenal dan tahu mengenai kelas-kelas yang membedakan antara orang yang satu dengan yang lain. Antara laki-laki dan perempuan, antara yang pintar dan bodoh, antara yang kaya dan miskin. Atau lebih tepat lagi ada kelompok yang merasa lebih daripada yang lain atau merasa labih kuat dan berkuasa.

Hal ini juga terjadi bagi orang-orang Yahudi pada zaman Yesus. Pada saat itu orang Yahudi beranggapan bahwa hanya merakalah yang akan di selamatkan oleh Allah. Anggapan inilah yang membuat mereka menjadi sombong dan meremehkan bangsa-bangsa yang bukan Yahudi.

Kisah sepuluh orang kusta dalam Injil suci hari ini mau memperlihatkan kepada kita tentang keselamatan itu. Orang samaria yang pada injil suci hari ini adalah orang kafir dari kesembilan orang Yahudi, dia yang datang kembali untuk memuji dan bersyukur kepada Tuhan atas ketahirannya. Orang inilah yang dibenarkan oleh Yesus karena dia sadar bahwa pemulihan dan kebaikan terjadi bukan karena ia layak mendapatkannya, tetapi karena kasih Allah yang memungkinkan semua itu terjadi.

Pada saat perayaan Ekaristi, dalan doa tobat kita mengatakan “saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa”. Sadar atau tidak sejak awal perayaan Ekaristi kita diingatkan bahwa kita ini tidak layak dan pantas mendapat berkat yang begitu melimpah dari Allah. Tetapi bagi Allah, kecil dan besar dijadikan oleh-Nya dan semua dipelihara-Nya dengan cara yang sama. Allah memberikan berkat dan kasih sayang-Nya kepada semua orang, tanpa pandang bulu, seperti hujan yang membasahi bumi dan matahari yang selalu menyinari semua makluk. Maka perlu diingat bahwa, besar atau kecilnya rahmat yang kita terima itu semua tergantung dari sikap dan cara kita menerimanya.

Fr. Fery, (Novis)
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More