Kebijakan-Kebijakan Pastoral Paroki Lainnya

4

INVENTARIS PAROKI :

  • Benda bergerak maupun tak bergerak, jenis barang pecah-belah, kain, perlengkapan dapur, perlengkapan liturgis, alat musik, sound, penerangan (generator), ternak piaraan, aneka jenis tumbuhan yang diusahakan baik oleh umat sebagai donasi (sumbangan) maupun oleh Pastor Paroki untuk keperluan paroki yang terinventarisir maupun tak terinventarisir menjadi milik Paroki dan dikelola oleh Pastor Paroki
  • Pinjam pakai barang Paroki oleh umat harus sepengetahuan dan diizinkan oleh pastor paroki. Apabila rusak atau hilang maka dibebankan kepada si-peminjam untuk mengganti. Bila dianggap perlu maka ada “bukti” ucapan terimakasih
  • Umat dalam wilayah Paroki termasuk dalam data inventaris Paroki (data umat), domisilinya jelas dan hendaknya aktif dalam hidup menggereja.

 

KEUANGAN DAN UJUD DOA UMAT :

  • Derma dalam perayaan ekaristi adalah ujud doa pribadi dari setiap umat beriman yang dipersembahkan dengan segenap hati. Prinsipnya “memberi dengan tangan kanan tidak perlu diketahui tangan kiri”.
  • Ujud doa (intensi misa) adalah permohonan doa dari umat beriman untuk suatu maksud tertentu. Ujud doa tersebut sebagai persembahan khusus untuk setiap pemimpin yang merayakan misa atau ibadat.
  • Iuran Gereja Mandiri (iuran Paroki) merupakan bentuk partisipasi umat Paroki demi kepentingan pelayanan Pastoral paroki. Iuran Paroki disetor ke Paroki secara lancar setiap bulan paling lambat tanggal 10.
  • Laporan pertanggung jawaban keuangan Paroki dibuat setiap tiga (3) bulan atau 6 bulan, secara transparan, dapat dipercaya (credible) dan bertanggung jawab (accuntable).

 

URUSAN KEMATIAN :

  • Urusan kematian umat dilaporkan ke pengurus kombas dan diinformasikan oleh pengurus kombas ke pastor paroki
  • Umat yang meninggal dunia akan dilayani misa/ ibadat malam jaga, hari penguburan dan misa/ ibadat mengenang kematian sesuai permintaan keluarga duka yang mana telah berkonsultasi dengan pengurus kombas terkait dan sudah ada persiapan yang mantap sesuai kesepakatan.
  • Dari hari kematian sampai pada hari penguburan diizinkan dua kali (2 X) 24 jam. Dijelasan yakni, malam jaga terhitung mulai hari meninggal sebagai hari pertama, dilanjutkan sampai pada hari berikutnya dan pada hari ketiga jenasah dikuburkan. Singkatnya tidak lebih dari 3 hari jenasah berada di keluarga duka.
  • Kematian membuat orang mengalami rasa susah. Maka perlu saling membantu untuk mengatasi kesusahan itu. Kehadiran kita untuk meringankan beban kesusahan bukan membuat keluarga duka semakin susah.
  • Hari Minggu, Hari Raya Natal, Tri Hari suci masa Pra-Paskah, Paskah tidak melayani misa pemakaman. Khusus Hari Minggu bisa dilayani ibadat pemakaman pada sore hari sesuai sikon.

 

PELAYANAN MISA/ IBADAT KATEGORIAL :

  • Pelayanan misa kategorial sesuai kebutuhan dan permintaan umat dilayani setiap saat di luar hari minggu dan disesuaikan dengan sikon dari pastor yang melayani
  • Diizinkan ibadat kategorial pada hari minggu setelah misa
  • Umat yang minta pelayanan selalu berkonsultasi dengan pengurus Gereja dimana ia berdomisili

 

KEHIDUPAN IMAN UMAT DAN PENGHAYATAN LITURGIS :

  • Keluarga – keluarga katolik hendaknya mengatur waktu untuk doa bersama dan membaca Kitab Suci dalam keluarga setiap hari.
  • Umat diajak untuk menghayati dan menimba kekuatan rahmat Tuhan melalui ekaristi sebelum melaksanakan pekerjaannya melalui hadir misa harian pada pagi hari pukul 05.30 Wita.
  • Umat diajak untuk setiap jam 06.00 pagi, jam 12.00 siang dan jam 18.00 menjelang malam berdoa Angelus.
  • Seluruh umat kombas, kapela atau stasi dalam wilayah paroki hendaknya melaksanakan doa mingguan bersama sesuai hari yang telah disepakati di kombasnya
  • Umat hendaknya menghindari perseteruan atau pertentangan, berpikir positip, santun, ramah dan saling menghargai dalam kehidupan menggereja sebagai warga Paroki yang baik. Mengutamakan hidup rukun dan damai, setia kawan dan prihatin dalam semangat cinta kasih yang tulus. Singkatnya berbicaralah yang jujur, benar tanpa niat-niat terselubung.
  • Umat hendaknya aktif dan kompak dalam kegiatan – kegiatan Gerejani di kombas, kapela, stasi dan paroki.
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More