Kekaguman Yang Suci

0 5

Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu. (Yoh 21:24-25)

 Saat kita mengakhiri Easter Season, kita diberi kesempulan dari Injil Santo Yohanes untuk di renungkan. Ingatlah bahwa Injil Yohanes telah menjadi focus utama selama Eaeter Season. Oleh sebab itu, jika kita telah membaca Injil Suci ini dengan penuh doa setiap hari, selama beberapa minggu terakhir, maka kita telah membenamkan diri kita dalam Injil suci tersebut.

Injil Santo Yohanes jauh berbeda dengan Injil Sinoptik lainnya. Bahasa Yohanes bersifat mistik dan simbolis. Yohanes menyajikan tujuh mukjizat sebagai tujuh tanda yang mengungkapkan keilahian Yesus. Yesus diidentifikasi sebagai aku, Pokok Angur, Roti Hidup, Terang Dunia dan banyak lagi. Yohanes menunjukan pada penyaliban sebagai kemuliaan Yesus di mana Dia mengambil tahta Salibnya untuk keselamatan dunia.

Santo Yohanes menyatakan bahwa alasan dia menulis injilnya adalah ‘’supaya kamu percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.’’ (Yoh 20:31). Yohanes dengan jelas  mengasihi Tuhan kita dan memahami Dia, tidak hanya melalui pengalaman pribadi Ketika Yesus masih hidup di bumi tetapi juga melalui tingkat doa yang dalam.

Saat Yohanes menyimpulkan kesaksian-Nya tentang Yesus, dia menyatakan sesuatu yang layak kita kagumkan. Dia menyatakan bahwa Yesus melakukan begitu banyak hal yang tidak dicatat oleh dia atau orang lain, bahwa jika semua ditulis, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu. Sebab, segala sesuatu yang ditulis bisa menjadi sumber doa seumur hidup. Injil Yohanes saja tidak pernah kelelahan akan maknanya. Tetapi kemudian perlu pertimbangkan garis akhir Injil Yohanes ini dan cobalah untuk menganggapnya sebagai pernyataan harfiah sejenak. Jika pernyataan itu benar, bahwa seluruh dunia tidak dapat berisi buku-buku yang akan mencatat semua yang Yesus lakukan, maka fakta ini harus meninggalkan kita dengan kekaguman suci.

Dalam mengakhiri Easter Season dan dengan bacaan suci Injil Yohanes saya mengajak kita semua untuk merenungkan dengan kagum akan aktivitas Tuhan Ilahi kita yang tak terbatas kepada kita semua dan terlebih dalam kehidupan mereka yang telah berpaling kepada-Nya. Pertimbangkan setiap gerakan kasih karunia dalam kehidupan mereka yang telah dicapai dengan kepedulian dan kasih oleh Tuhan kita. Dan oleh karena itu, untuk selamanya kita akan selalu setia pada Tuhan dan raja kita dan akan selalu mengkagumkan akan semua perbuatan ilahi-Nya.

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More