Kesukaan Besar Segala Bangsa

0 4

Renungan Hari Jumat  01 Januari 2021, Hari Kedelapan Oktaf Natal

Bacaan  I Bil. 6:22-27

Bacaan II Gal 4:4-7

Bacaan Injil Luk 2:9-17

Hari Raya St. Maria Bunda Allah

luxverita

Setiap orang pasti sering menyebut istilah ‘ Hari H’. Istilah ini sangat familiar dalam hidup bersama terutama saat memulai suatu acara atau kegiatan. Namun istilah ini dipakai begitu saja tanpa dipahami makna dan maksudnya. Sejatinya istilah itu berasal dari bahasa Latin ‘Hodie’ yang artinya adalah ‘Hari Ini’. Dalam hal ini, kita dapat memahami bahwa segala sesuatu berlangsung hari ini dan Allah bekerja juga sampai hari ini. Segala sesuatu tidak ada yang ditunda melainkan selalu dilaksanakan pada hari ini. Oleh sebab itu, waktu yang kita miliki harus selalu hari ini.

Hari ini adalah permulaan penanggalan masehi. Kata Masehi berasal dari kata Mesias yang berarti Kristus dan Kristus menjadi permulaan perhitungan segala sesuatu. Sehingga setiap kegiatan dan aktivitas yang terjadi sebelum kelahiran Kristus akan disebut sebelum masehi. Penanggalan masehi menjadi penanggalan umum (Katolik) di mana digunakan secara global. Perlu kita ketahui bahwa penanggalan Masehi mengalami perkembangan dari abad ke abad terhitung sejak tahun 525 di mana untuk pertama kalinya kalender masehi dirancang oleh Dionisius Exigius atas perintah Kaisar Diokletianus pada tahun 241 tahun Romawi. Pada tahun itu Kota Roma berusia 753.

Dionisius menetapkan tahun 248 sebagai tahun 1 masehi namun Dionisius keliru sebab tanggal yang ditetapkan lebih 6 tahun dari kelahiran Yesus. Sejatinya penentuan yang benar adalah tahun 242 sebagai tahun kelahiran Yesus. Sebab Raja Herodes wafat pada tahun 246 waktu roma. Dengan demikian penanggalan tersebut terus digunakan hingga hari ini dan telah mengalami pembaharuan daru kalender Yulia menuju Kalender Gergorian dimana keduanya selisih 14 hari dalam satu tahun.

Hari ini kita juga merayakan Hari Raya Maria Bunda Allah. Melalui rahim Maria Firman Allah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Maria adalah ibu kita yang adalah murid dan misionaris pertama. Maria mewariskan semangat kerendahan hati di mana ia menyimpan segala perkara di dalam hatinya. Sebagai orang Kristen, Maria harus menjadi figur yang patut dicontohi dan diteladani dalam hidup. Maria adalah ibu orang beriman yang mengikuti Yesus dalam seluruh hidup manusia. maria tidak menolak kehendak Allah. Melalui rahimnya Allah berkenan tinggal di antara kita.

Jondry Siki, CMF
(Menjalankan TOP di Novisiat Claretian dan Paroki St. Vinsensius A Paulo Benlutu)
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More