Konsep – Konsep Pastoral

13

SPIRITUALITAS
(KEROHANIAN)

  • Gerak Pastoral berlandaskan Konsili Vatikan II, Ajaran dokumen “Amoris Levici”, tentang Peranan Maria dalam Gereja sebagai Teothokos. Perlu Devosi kepada Bunda Maria.
  • Peranan Roh Kudus dalam Gereja sangatlah penting dan diperkaya
  • Liturgi harus dilaksanakan dengan benar. Pastor tidak ada hak untuk merubah liturgi. Yang bisa merubah adalah magisterium (uskup setempat). Boleh ada tambahan dalam liturgi gereja tapi tidak boleh merubah karena itu adalah aturan baku.
  • Kegiatan-kegiatan pastoral konkrit yang tidak punya jiwa Roh Kudus akan selalu gagal. Roh dari Kristus yang adalah kebenaran, tidak ada kaitan-kaitannya dengan gagasan-gagasan dasar duniawi.
  • Hubungan-hubungan yang ada kaitan dengan berdoa, mendoakan dalam nama Kristus adalah kembali kepada sumber-sumber karunia dari Allah yang MahaTinggi.
  • Langkah-langkah praktis untuk menghidupkan liturgi demi menguduskan Gereja kita dan diri kita adalah Roh Kudus. Roh Kudus menjadi kekuatan dari doa kita imam yang lemah. Roh Kudus harus menjiwai doa kita. Seorang imam harus membangun hubungan dengan Allah secara benar dan berjuang untuk menemukan Roh Kudus secara samar-samar.
  • Dosa melawan Roh Kudus adalah dosa sacralegi atau dosa yang tak dapat diampuni.
  • Kita harus ajak anak-anak, OMK, orang tua untuk berdoa untuk berdoa kepada Roh Kudus dana kita harus menjadi penyembah-penyembah yang sejati yakni menyembah Roh dan Kebenaran
  • Meditasi itu bukan untuk temukan halusinasi-halusinasi, kemampuan-kemampuan…. kitameditasi untuk mengambil waktu bertemu dengan Tuhan… juga lewat visitasi.
  • Doa itu praktis. Imam-imam harus berdoa bagi orang lain dan siapa saja. Karena orang lain juga akan mendoakan kita. Doa dengan pengantaraan Kristus adalah doa yang tidak egoistik
  • Imam-imam dipilih menjadi kepala umat, karena itu, doa kita sangatlah istimewa dan khusus.
  • “Non ce presente ne futuro senza passato” tidak ada masa kini juga masa depan tanpa masa lalu. >>tidak ada pastor yang baik tanpa masa lalu yang buruk, dan tidak ada pastor yang buruk tanpa masa depan yang baik.

 FRATERNITAS
(PERSAUDARAAN) 

  • Para imam harus memiliki kegembiraan iman supaya menggairahkan para imam sebagai pelayan untuk bergerak bersama
  • Di tempat pelayanan dan di manapun, imam tidak boleh berkekurangan suatupun. Imam harus hidup sehat dengan pelayanan yang sehat
  • Pelayan pastoral punya tanggung jawab besar untuk menghadapi tantangan-tantangan
  • Hindari selfisme atau tidak mencari kesenangan sendiri. Pelayan pastoral harus peka tapi tegas dan dengan sabar mendengarkan umat
  • Jangan takut kalau punya hati yang baik dan jangan takut untuk membuat program kerja
  • Kekudusan hidup kristiani harus menjadi bagian dari pelayanan (doa dan ekaristi/misa) adalah sumber kekuatan Roh Kudus
  • Harus membangun persaudaraan iman umat agar berhasil dalam karya pastoral. Jangan saling melecehkan
  • Pelayan harus sehat pastoral dan psikologis. Harus ada kerja sama yang baik di antara pelayan. Jangan menjadi “monster” yang menakutkan umat dan sesama pelayan
  • Makan bersama, rencana bersama dan jangan kelauar dari kebersamaan. Hal ini harus dijaga terlebih hubungan dengan Kristus (spiritualitas-sosial)
  • Dasar pelayanan adalah kerelaan, jiwa mengampuni, ketentraman yang aktif. Bukan kekuatan dan bukan juga dengan kecerdasan. Kalau ada persoalan dalam paroki, harus diselesaikan dengan baik. Imam datang untuk menyelamatkan. Aktif-dinamis.
  • Harus kembali kepada Kristus “jalan kebenaran dan hidup”. Mampu jadi murid-murid dan belajar dari Kristus.
  • Dalam praktek pastoral, imam tetap mengutamakan saudara/i yang miskin dan berkekuarangan
  • Pelayanan perlu mengutamakan keseimbangan pribadi dan kematangan emosional. “orang lapar berpikir untuk hidup baik….orang kaya tidak berpikir tentang orang lain”
  • Ingat!!! Bukan karena kita yang membuat paroki….tapi Kristus. Jangan membuat paroki itu dia punya, itu dia salah. Kita imam hadir di situ sebagai pelayan-pelayan saja. Mengenal orang dan membangun kebersamaan.
  • Kalau ke Paroki atau tempat baru, jangan menjelekkan orang yang kamu bantu. Itu berdosa besar. Dalam keterbatasan diri, kita harus menemukan diri sebagai “mosaik”.

MOBILITAS DINAMIS
(MENGGERAKKAN DAN BERGERAK) 

  • Peran aktif DPP dan kerja sama yang bersaudara
  • Tertib administrasi (perkantoran) :Data umat, Inventarisasi Paroki dan pencatatan Buku induk pelayanan sakramen
  • Perhatian pada pembangunan fisik Gedung Gereja yang baru, pastoran, taman Gereja, kebun/ sawah, perehaban, dan pembangunan di kapela-kapela.
  • Perhatian pada pemeliharaan ternak dan tumbuhan di paroki
  • Administrasi Keuangan yang rapih : membuat pelaporan keuangan (melalui pengumuman kepada umat2 bulan sekali dan ke keuskupan 3 bulan sekali), kas Bank dan kas Riil dalam brankas
  • Memperhatikan Liturgi (buku-buku liturgi dan perlengkapan liturgi lainnya)
  • Merancang program iuran Gereja Mandiri
  • Merancang jadwal tourney atau patroli pastoral ke KUB, Wilayah, Kapela dan stasi
  • Kerja sama dengan biara yang ada di paroki (CMF)
  • Merancang program pelayanan pastoral dalam hal kursus, pembekalan, pertemuan
  • Mencatat memori paroki (hal-hal yang berkesan di paroki)
  • Mengelola aset-aset paroki (tanah gereja dan lain-lain)
  • Membuat acara rekreasi bersama secara spontan maupun terkoordinir. Juga pertandingan/ perlombaan untuk meningkatkan persaudaraan iman umat
  • Perhatian pada pastoral kategorial (Sekami, OMK, Paguyuban Rohani Gerejani). Khusus OMK dan Sekami bisa dibijaksanakan dari derma 7 % setiap minggu.
  • Doa, salve, misa pagi dan opus manuale
  • Bicara singkat, padat dan jelas. Bicara sedikit…kerja yang rajin.
  • Jaga kesehatan, ketenangan dan keseimbangan pribadi
  • Santai dan rileks tapi serius dalam kerja
  • Perhatian pada sekolah-sekolah katolik (Wakil Pengurus Sekolah)
  • Geser (gerakan seribu rupiah) dan sejenisnya
  • Gerakan kemurahan Hati melalui UBU (Umat Bantu Umat)
  • Doa dan pelayanan yang tulus
  • Jangan membuat diri susah.
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More