KRISTUS SABDA KEBENARAN, TERANG MENUJU KESELAMATAN KEKAL

0 24

KRISTUS SABDA KEBENARAN, TERANG MENUJU KESELAMATAN KEKAL

Minggu Pra-Paskah IV : 2Twr.36:14-16.19-23; Efesus, 2:4-10; Yoh. 3:14-21

 

Ketika berada dalam ruang yang gelap, seseorang akan berupaya mencari pintu agar bisa keluar dan menemukan cahaya di luar ruangan. Kegelapan menjadi penghalang terlebih di malam hari yang menghalangi pergerakan seseorang, singkatnya orang tidak bisa bekerja dalam gelap; kecuali orang itu dengan sendirinya ingin bekerja dalam gelap. Kalau demikian, pekerjaan tersebut  patut dipertanyakan. Sebagai orang beriman Tuhan menghendaki umat-Nya hidup dalam kebenaran itulah terang sejati dalam Kristus.

Seorang pejuang Gender bernama R.A. Kartini, menulis sebuah buku berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Cetusan pikiran R.A. Kartini ini memperjuangkan martabat kaum Hawa (perempuan) untuk memperoleh hak yang sama seperti kaum laki-laki yakni memperoleh pendidikan demi kebaikan. Perjuangan kartini tidaklah sia-sia di masa kini. Hal ini juga merupakan jalan kebenaran menuju terang keselamatan yakni kesetaraan gender. Ketika manusia terhimpit dan sulit menemukan jalan keluar dari persoalan yang dihadapi maka rasa putus asalah yang melanda ibarat bencana bagi dirinya. Iman yang dihayati dapat membuat manusia merasa kuat karena Tuhan tidak pernah meninggalkan manusia jika hidupnya selalu berada dalam kebenaran dan terang  benar dalam Tuhan.

Di masa Pra-Paskah ini, umat beriman diajak mengalami kasih Tuhan, secara khusus di Minggu Pra-Paskah ke – 4. Minggu ini adalah minggu laetere, minggu yang menghantar umat kristiani untuk mengalami ziarah sukacita atau kegembiraan kemuliaan kebangkitan Tuhan dua minggu ke depan. Bacaan – bacaan suci mengarahkan pandangan umat beriman pada inti keselamatan kekal dalam Tuhan yakni, hidup dalam kebenaran sebagai terang dari Tuhan Yesus Kristus. Allah itu setia dan tidak mengingkari janji-Nya. ketika umat Israel berada di pembuangan dan mengalami penderitaan, mereka kehilangan harapan (putus asa) karena janji Allah yang dinanti-nantikan untuk membebaskan mereka tak kunjung tiba. Sebenarnya umat Israel diajak untuk memiliki kesabaran karena iman akan Allah penyelamat menuntut mereka juga untuk berbuat benar sesuai perintah Allah. Di dalam kesabaran itu ada pengharapan yang berkanjang. Bagi umat masa kini harus pula belajar memiliki pengharapan sekalipun berada di saat kegelapan hidup karena Tuhan tidak pernah meninggalkan umat yang setia pada-Nya

Melalui permenungan Kitab Tawarikh, kita dihantar pada pembebasan manusia dari dosa melulu karena rahmat Tuhan yang berinisiatif sendiri menyelamatkan manusia. Karena itu, setiap orang tidak pantas menyombongkan diri atas keselamatan yang diterimanya, ia harus merendahkan diri di hadapan Tuhan dan semakin berpaut erat dengan Yesus Kristus.  Santu Paulus mengajak umat di Efesus “jadi kami diselamatkan karena kasih karunia. Di dalam Kristus Yesus itu, Allah telah membangkitkan kita……..sebab, berkat kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman.” Di sini Santu Paulus mewartakan sukacita Injil bagi setiap orang yang memiliki iman akan Kristus yang menyelamatkan. Pembebasan manusia dari dosa merupakan pemberian Tuhan secara cuma-Cuma dan setiap orang yang beriman selalu berada dalam perbuatan-perbuatan benar, selalu berada dalam terang menuju keselamatan kekal. Orang yang tidak beriman, tidak hidup menurut kebenaran dan jauh dari Tuhan, maka ia menghukum dirinya sendiri, kelak mengalami penderitaan kekal.

Kisa Injil hari ini mengajak umat di minggu laetere ini supaya percaya pada Yesus Kristus Putera Allah. Dosa menghantarkan manusia hidup dalam kegelapan, bagi orang yang hendak bertobat, ia akan mencari jalan keluar menuju terang seperti seseorarng yang berada di ruang gelap mencari pintu supaya keluar dan menemukan terang. Atau seperti perjuangan R.A. Kartini yang menyetarakan hidup kaum perempuan dan laki-laki untuk mengenyam pendidikan yang sama walau ada banyak tantangan. Hidup dalam kepenuhan Sabda Kebenaran dari Yesus Kristus membebaskan manusia dari dosa serta menghantar manusia  pada keselamatan kekal. Yesus bersabda “ tetapi siapa saja melakukan yang benar, ia datang kepada terang. Supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”  (Yoh.3:21). Orang yang hidup dalam terang adalah orang yang hidup dalam Allah. Orang yang menaruh pikiran dan perasaannya dalam Kristus akan sejalan pada ucapan dan perbuatan yang benar kepada Tuhan dan sesama.

Bagi kita, Minggu ke-4 Pra-Paskah ini, menghantar kita pada pendalaman iman bahwa Allah menaruh belas kasih kepada kita melalui Kristus dan penghayatan iman kita terarah kepada sesama yang dapat menopang dan menolong untuk mewujudkan Kerajaan Allah di muka bumi ini. Maka melalui semangat iman, kita pun mau berbagi dengan sesama, tidak mementingkan diri sendiri. kita hendaknya mengupayakan persekutuan yang solider dan empati satu sama lain. Dalam iman kita yakin bahwa Kristus Sabda Kebenaran, terang menuju keselamatan kekal. Amin.

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More