KRONIK PAROKI

21 Maret 1953
P. Lecho, SVD berangkat ke Soe dari Noemuti

P. Lecho, SVD berangkat ke Soe dari Noemuti untuk melihat-lihat keadaan. Selama satu minggu menginap di rumag Gerardus Nona asal Nita, Flores. Rumah terletak di pinggir jalan (Kantor Departemen Agama Dati II TTS sekarang). dia mempunyai satu restoran “Cinta Damai”.

23 Maret 1953
32 MENGAKU DAN 32 ORANG SAMBUT. SATU ANAK DIPERMANDIKAN
Kurban Misa pada hari Minggu ini: 32 mengaku dan 32 orang sambut. Satu anak dipermandikan
04 April 1953
226 Orang Sambut Selama Pesta Paska
Pater Lecko merayakan Paska di Soe. 66 orang mengaku dan 226 orang sambut selam pesta Paska. Rumah gereja dipakai sebagai sekolah rakyat. Gurunya Yohanes lasi Bobo dari Manufonu. Ia amat popular. Hanya suka sopi sedikit banyak. Rumah gereja beratap seng yang lama. Banyak bocor. Jendela-jendela ditutup dengan seng. Loteng tidak ada. Pintu-pintu dari belek. Dulu guru Teti Tei tinggal di kamar-kamar pasturan. Sekarang guru Y. Lasi tinggal bersama beberapa anak dari Benlutu di asrama.
08 September 1953
Peresmian Paroki Soe

Tanggal 8 September 1953 stasi Soe diresmikan sabagai paroki. Pelindung paroki, dipilih Sancta Maria Dolorosa atau Maria Berdukacita. Menurut kebiasaan gambar atau patung pelindung paroki harus terpampang di gereja pusat paroki. Tapi pelindung paroki SoE pada waktu itu belum ada gambarnya. Salah satu karangan dari pastor Lecho tentang gereja Soe melayang sampai ke benua Australia. Seorang imigran benua kangguru, Oskar Fikar, sempat membaca keluhan pastor yang juga punya tanah tumpah darah leluhur yang sama. Seniman Slowakia ini segera angkat pena dan melayangkan suratnya ke wilayah Timor Tengah Selatan dengan berita: “Pastor, saya rela menggambar suatu lukisan untuk gereja Soe. Hidupku penuh kesusahan. Saya coba mengungkapkan kedukaanku itu dalam gambar Maria.”

02 Oktober 1975
Kapela Ekanaek Terbakar

Tanggal 2-10-1975 kapela Ekanaek terbakar. Disebabkan oleh kelalaian umat karena tidak hati-hati waktu membakar alang-alang sehingga nyala api membakar rumah gereja yang didirikan dengan susah payah. Pada salah satu kunjungan di tahun berikutnya, pastor Lecho merayakan Ekaristi bersama umat di atas bekas tanah gereja yang terbakar itu. Kebaktian di bawah panas terik matahari yang mencucurkan keringat itu memacu mereka untuk membangun lagi satu tempat ibadat yang pantas. Dalam sekejab waktu rumah kapela baru sudah berdiri.

15 Februari 2002
Stasi Benlutu dinaikan statusnya menjadi Kuasi Paroki Benlutu

Maka pada tahun 2002, Stasi Benlutu dinaikan statusnya menjadi Kuasi Paroki Benlutu dengan pastor kuasi adalah P. Damasus Sumardi, CMF

15 Februari 2003
Peningkatan Status dari Stasi Menjadi Kuasi Paroki

Bapak Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang menetapkan status Stasi Benlutu menjadi Kuasi Paroki dengan nama santo pelindung Paroki adalah St. Vinsensius A Paulo

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist