Kuasa Doa

25

Renungan Hari Kamis 26 November 2020, Pekan Biasa XXXIV
Bacaan I:Why. 18 :1-2, 21-23.
Bacaan Injil: Luk 21:20-28

Sering kali orang memandang doa sebagai bentuk proposal kepada Tuhan untuk memenuhi segala keinginan manusia. dalam konsep mereka, doa yang dipanjatkan akan dengan segera terkabulkan. Apabila doa-doa yang dipanjatkan tidak terkabul maka orang mulai menghindar dari gereja dan mencari kesibukan duniawi lain untuk memenuhi hasrat dirinya. Hal ini sangat disayangkan sebab orang memandang doa sebagai rentetan permintaan kepada Tuhan dan berharap apa yang diminta langsung terpenuhi.

Hari ini, Yesus dalam penginjil Lukas menampilkan kuasa doa. Orang yang bertekun dalam doa, ia akan memperoleh berkat dan kuasa dari Allah. Dengan doa, Yesus mampung mengeringkan pohon ara. Dengan doa pula Yesus mampu melakukan tanda-tanda heran. Melalui doa, orang mampu memindahkan gunung ( Peristiwa gunung Makatam). Orang-orang Yahudi menanyakan asal-usul kuasa Yesus namun Ia tidak memberikan satu jawaban, sebab, mereka hanya menjebak Yesus untuk mencari letak kesalahanNya.

Doa sejatinya adalah dialog interaktif dengan Tuhan. Kita sebagai orang beriman, hendaknya menghindari konsep doa sebagai pemenuhan permintaan kita kepada Allah. Doa yang benar adalah kita masuk dalam nurani dan berbicara dengan Allah, maka Ia akan mendengar semua isi pembicaraan dan dengan belaskasihan-Nya Ia akan mencurahkan segala berkat bagi umat manusia seturut kehendak-Nya. Hanya melalui doa, segala hal dapat kita lalui dengan mudah.

FRATER JONDRI SIKI
(TOPER Novisiat Claret Benlutu dan Paroki St. Vinsensius A Paulo Benlutu, TTS)
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More