Level I Siklon Tropis: NTT Sudah Porak-Poranda

0 7

 

Badai Siklon Tropis Seroja yang melanda NTT sejak 4 April 2021 masih menyisahkan puing-puing duka yang belum terobati.  Siklon Tropis Seroja yang melanda NTT setidaknya datang dalam bentuk angin kencang, curah hujan tinggi, banjir dari laut dan banjir bandang. Indonesia belum mempunyai data tentang badai ini. Bahkan Badan Penanggulangan Bencana belum memasukan Siklon Tropis sebagai bencana.

Menurut Jonatan A. Lassa, Dosen Darurat Kemanusiaan dan Manejement Bencana  Universitas Charles Darwin, mengatakan bahwa Siklon Tropis Seroja mungkin akan menghantam Indonesia tiap tahun, tatapi belum dimasukan ke dalam kluster bencana. Selama ini BNPB hanya memasukan gempa bumi, taufan, Puting beliung dan tanah longsor sebagai kluster bencana sementara siklon tropis tidak dimasukan.

Kelalaian ini terjadi lantaran Indonesia tidak mempunyai catatan yang memadai tentang badai ini. Bahkan ketika siklon tropis menghantam NTT tahun 2002, banyak orang tidak memahami tiupan angin itu sebagai badai siklon tetapi dianggap sebagai angin kencang biasa. Dalam hal ini pengetahuan Indonesia tentang bibit siklon tropis masih sangat rendah.

’Kemungkinan’’ Menjadi Badai Tahunan

Rendahnya pengetahuan tentang badai siklon tropis membuat banyak orang Indonesia tidak mempunyai persiapan dini menghadapi badai ini. Setiap tahun Australia bagian utara menjadi langganan badai ini di mana terjadinya pemanasan air laut di Perairan Arafuru akibat musim panas di Australia.

Mata siklon tropis setiap tahun selalu menghantam Australia bahakan untuk tahun 2021, Pemerintah Australia telah menetapkan Bulan November 2020-April 2021 sebagai musim siklon  dan media Australia terus memberitakannya sejak akhir Maret 2021 akan indikasi terjadinya bibit siklon. Ini berarti rakyat Australia sudah mawas diri sebelum badai menerjang. Ini sangat jauh berbeda dari Indonesia di mana pemberitaan tentang badai siklon tropis seroja baru diberitakan pada 3 April 2021 atau sehari sebelum badai.

Waspada! Masih ada level 2-5

Badai Siklon Tropis seroja yang meluluh-lantakan NTT 04 April 2021 belum apa-apa. Sebab level badai yang menerjang NTT adalah level 1 yakni 70 Km/jam dan sudah nyaris menghancurkan semua bangunan di NTT.  Kita masih pada level I. Ke depan badai ini akan memperbesar intensitasnya dan diharapkan kepada penduduk NTT yang berhadapan dengan Australia untuk selalu waspada untuk menghadapi amukan badai pada level 2-5.

Sejatinya badai yang melanda NTT masih jauh dari Siklon level I yakni 100 km/jam. Siklon Kategori I, kecepatan aliran angin di mata siklonnya bisa melebihi 125 Km/jam di mana diameter mata siklon mencapai 40 km sehingga gampang merubuhkan pohon-pohon dan atap rumah serta mencelakakan orang.

Kerusakan akan terus meningkat ketika siklon mencapai kategori 2 antara 125-164 Km/jam yang mana akan merubuhkan rumah-rumah sederhana. Kategori 3 antara 165-224 Km/jm menghancurkan rumah-rumah. Pada kategori 4 225-279 Km/jam menghancurkan tembok-tembok gedung. Kategori 5 280 Km/jam ke atas di mana kehancurannya sangat amat besar.

Sejauh ini badai yang melanda NTT masih beradai di bawah ketegori 1 yakni 70 Km/jam. Kita diminta untuk tetap waspada sebab masih akan ada  kategori 2- 5 yang akan melanda NTT oleh karena perubahan musim di Australia.

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More