Makna Kerja dalam Perspektif Masyarakat Dawan

33

Kerja adalah bentuk aktualisasi diri manusia. Dengan bekerja, manusia menyatakan dirinya sesuai dengan hakikat dirinya adalah mahkluk pekerja (homo faber). Dalam bekerja manusia menguraikan ide-ide yang terkandung dalam dirinya hingga menghasilkan berbagai wujud benda-benda kebudayaan yang berguna bagi dirinya sendiri juga bagi sesama yang lain yang berada bersama dengannya. Seharusnya, manusia bekerja untuk memaksimalkan potensi-potensi yang ada dalam dirinya demi mengarah pada suatu kebaikan. Kerja dalam aktualisasinya dapat bermakna suatu usaha persona; sekaligus bertujuan sosial demi mewujudkan produk kebudayaan. Hakikat sosialitas manusia turut menyata dalam bentuk pekerjaan yang dikerjakan. Pembentukkan diri dan realisasinya dalam bentuk kerja hanya bisa terpenuhi berkat kehadiran pribadi-pribadi yang lain, dengan demikian manusia dapat mewujudkan dirinya secara utuh dalam lingkungan sosial yang dihidupinya. Dalam hal ini, urgensi komunitas sosial sangat penting bagi setiap individu atau kelompok untuk mengaktualisasikan dirinya secara riil dalam dan melalui kerja.

Komunitas Masyarakat Dawan atau yang lazimnya dikenal dengan sebutan: ‘Atoin Pah Meto’ (orang yang bermukim di tanah yang kering), sebagai salah satu suku besar di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, memakai kerja secara esensial yakni sebagai wadah bagi terbentuknya kesalingan antara sesama. Dalam pengertian ini, kerja dimaknai secara komprehensif dalam dinamika sosialitas. Bagi masyarakat Dawan, makna kerja tercurah dalam kemampuan untuk mengaktualisasikan diri dalam relasi kehidupan sosial sehingga mampu menghasilkan suatu produk yang bermanfaat bagi diri dan sesama. Masyarakat Dawan memaknai kerja sebagai bentuk interaksi sosial yang berdiri di atas kerja sama antara subjek, selain bahwasannya kerja dilakukan secara personal. Masyarakat Dawan mengenal pula unsur-unsur kerja sama sebagai bentuk perubahan mental menuju pada suatu kehidupan yang lebih baik. Masyarakat Dawan mengafirmasi suatu bentuk kerja sama sebagai kebutuhan sebab berada dalam suatu ikatan territorial yang sama. Dengan demikian, kerja bagi masyarakat Dawan sesuatu yang mutlak perlu. Bertolak dari prinsip fundamen ini lahir sebuah gagasan filosofis tentang realitas kerja yang sesungguhnya menurut masyarakat Dawan: Pertama, ‘Tmeup Tabua, Nekaf Mese Ansao Mese’ (bekerja bersama, sehati-sejiwa); kedua, ‘Tmeup on Ate, Tha On Usif’ (bekerja seperti hamba, makan seperti raja).

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More