Maria Hamba Allah; Tuhan Menyertainya

22

Renungan Hari Minggu, 20 Desember 2020, Pekan Adven IV,

Bacaan I: 2Sam 7:1-5, 8b-12-14a-16

Bacaan II:  Rom. 16:25-27

Bacaan Injil: Luk. 1:26-38.

Pada awal tahun 2000-an dalam sebuah TV Swasta ditayangkan satu sinetron dengan judul “ Tuhan Ada Di Mana-Mana” kurang lebih sinetron ini mengisahkan tentang peran Tuhan bagi orang-orang yang berada dalam kesusahan dan melalui para malaikat-Nya, Tuhan menolong mereka. Judul sinetron ini tidak berarti Tuhan itu banyak sehingga di mana-mana ada Tuhan tetapi hal itu berkaita dengan kuasa Tuhan yang menjangkau di mana-mana. Lantas ketika berada di Kota Kupang, kita akan menjumpai satu bundaran yang baru saja selesai direnovasi dan berada di antara jalan menuju Matani, kompleks seminari dan biara-biara, menuju Bandara Mayjen Eltari, menuju Kampus UNDANA dan ke LP Penfui. Di samping bundaran tersebut ada tertulis “Uisneno Nokan Kita” yang berarti Tuhan beserta kita.

Apa yang hendak kita petik dari tulisan di bundara tersebut? Bahwa sesunggunya ke mana pun kita pergi di sana Tuhan menyertai kita. Penyertaan Tuhan mencakup semua jalur kehidupan. Baik utara, selatan, barat maupun timur. Kurang lebih itulah makna Tuhan beserta kita di dalam bundaran tersebut dan sebagai orang beriman semua itu harus dimaknai dalam kacamata iman yang baik dan benar.

Saudara-saudari sekalian, bacaan-bacaan suci hari ini kurang lebih berkisah tentang penyertaan tuhan dalam seluruh dimensi kehidupan umat manusia. Dalam Bacaan pertama dari 2 Samuel dikisahkan bahwa Tuhan senantiasa menyertai Daud dalam tampuk pemerintahannya dan Allah akan membangkitkan seorang keturunan Daud menjadi raja untuk selama-lamanya. Dengan rotan, Ia akan mendidik anak-anak Daud agar tetap setia pada Allah. Kesetiaan kepada cinta Tuhan membuahkan kebaikan sejati sebab cinta tidak pernah menghianati kesetiaan. Cinta Tuhan terus membimbing orang-orang Israel dan dengan rotan, Allh mendidik mereka.

 . Dalam bacaan II dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma menekankan rahmat Allah akan menguatkan mereka yang tekun dan setia percaya kepada Yesus Kristus. Kristus adalah hikmat Allah yang menjelma menjadi manusia dalam  rahim Bunda Maria dan kisah penjelmaan itu dapat kita simak dalam bacaan Injil Lukas hari ini. Penginjil Lukas menampilkan kisah pewahyuan Allah kepada Maria di mana ia akan mengandung dan melahirkan seorang putera dan Ia akan mengokohkan tahkta Daud bapa leluhur-Nya. Dengan rendah hati, Maria berkata “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah menurut perkataanmu”.

Maria dikabarkan akan melahirkan Emanuel yang berarti Tuhan menyertai kita. Melalui rahim Maria, penyertaan Tuhan semakin nyata bahwa Allah sungguh menyertai kita dalam diri Yesus Kristus. Yesus adalah Emanuel yang dinantikan. Ia mengambil kodrat manusia dalam rahim Maria. Maka dengan ini sangat jelas peran Maria dalam dimensi iman Kristiani. Orang yang menghormati Maria sebagai ibu rohaninya ia adalah anak-anak terkasih Allah dan hidupnya akan penuh dengan kelimpahan roh dan kuasa Allah sebab, mereka yang tidak menerima Maria sebagai ibu rohaninya adalah anak yatim demikian ungkapan Paus Fransiskus.  

 

Jondry Siki, CMF
(Menjalankan TOP di Novisiat Claretian dan Paroki St. Vinsensius A Paulo Benlutu)
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More