MELIHAT DAN PERCAYA BAHWA IA HARUS BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI

0 25

Kis.10:34a.37-43;
Kol. 3:1-4;
Yoh. 20:1-9

Kristus telah bangkit, Alleluya. Hari raya Paskah telah tiba membawa semarak sukacita paskah bagi murid-murid Kristus di zaman ini walau dunia sementara diterpa Corona Virus. Melalui cara apapun, entah secara dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring) semua umat kristiani pantas mengucapkan “Selamat Pesta Paskah” bagi keluarganya, teman, sahabat maupun kenalannya dimana saja berada.

Bacaan-bacaan suci pada Hari Raya Paskah ini mengajak kita supaya melihat dan percaya bahwa Yesus harus bangkit dari antara orang mati. Cara orang melihat kenyataan hidup seringkali menjadi penentu bagi pemahaman atas hidup itu sendiri. dalam Bacaan Injil tentang kisah kebangkitan Yesus, ada tiga cara melihat peristiwa, antara lain : Pertama, cara Maria Magdalena: ia pergi ke kubur Yesus pagi-pagi, yang dilihatnya bukan isi kubur tetapi batu kubur telah terbuka, lalu ia pergi mengabarkan dengan ngawur “Tuhan telah diambil orang dari kuburNya”. Kedua, cara Petrus : Petrus segera ke kubur, tapi larinya lambat, sesampai di kubur ia langsung masuk dan mendekat, lalu melihat secara langsung dan sangat detail tetapi ia tidak bisa menyimpulkan apa-apa. Ketiga, cara murid yang dikasihi Yesus : ia lari cepat dan tiba lebih dahulu dari Petrus tetapi tidak segera masuk, ia menjenguk dari pintu dahulu. Ia melihat secara keseluruhan lalu barulah ia masuk dan mendekat. Justru murid inilah yang dikatakan dalam Injil “ia melihat dan percaya”.

Ibarat melihat sebuah lukisan bunga mawar, kalau terlalu jauh atau hanya memperhatikan bingkainya (seperti Maria Magdalena) maka yang tampak adalah sesuatu yang kabur atau buram sehingga bisa berkesimpulan salah. Kalau terlalu dekat (seperti Petrus) yang tampak adalah keanehan, hanya goresan-goresan kasar dengan warna-warna yang tidak jelas, maka bingung, “lukisan apa ini?”. Dan kalau cara melihat seperti murid yang dikasihi Yesus, mengambil jarak, melihat keseluruhan, kemudian mengamati detail-detailnya maka orang demikian akan bisa mengatakan bahwa “ ini adalah sebuah lukisan bunga mawar “. Demikianlah dengan hidup kita yakni mengambil jarak dan waktu jeda untuk melihat secara keseluruhan kenyataan yang kita hadapi kemudian kita mendekati peristiwa itu.

Ciri dari seorang murid Yesus adalah melihat kenyataan atau peristiwa hidup dengan cara yang benar sehingga mampu memahami peristiwa secara benar pula. Ciri melihat peristiwa kebangkitan yang benar menjadi sebuah pewartaan tentang kebenaran bahwa “makam atau kubur” Yesus kosong, tubuh nyata Yesus tidak ada, yang ada hanya kain kafan, Ia bangkit dari antara orang mati jiwa dan raganya, suatu kesempurnaan atau kepenuhan kebangkitan yang berbeda dengan manusia biasa.

Melihat dan percaya bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati bukan sekedar iman saja. Kebangkitan Yesus dimengerti dengan akal budi melalui cara pandang secara keseluruhan, mengambil jarak dan waktu untuk merenung sehingga dapat mengambil keputusan atau kesimpulan yang benar. Kita pun diajak untuk mengambil cara demikian dalam mengatasi berbagai peristiwa kehidupan secara benar dan pasti, bukan ngawur dan kebingungan. Semoga. Selamat Pesta Paskah.

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More