MEMAKNAI SINODAL DALAM GEREJA KATOLIK SEBAGAI AJAKAN DAN TINDAKAN METANOYA (PERTOBATAN) DALAM DUNIA

0 60

Paus Fransiskus sejak bulan Oktober 2021 telah mencanangkan Sinodal selama tiga tahun yakni dari tahun 2021 sampai tahun 2023 dengan melibatkan seluruh umat Katolik di dunia secara khusus dari tingkat Keuskupan, Benua hingga Universal yakni di Vatikan. Kegiatan Sinodal di tingkat Keuskupan dimulai dari tingkat Paroki ke tingkat Wilayah lalu Keuskupan dengan tema : Persekutuan, Partisipasi dan Perutusan.

Memaknai Sinodal dalam Gereja Katolik sebagai satu kegiatan Rohani Gerejani ini perlu dipahami secara sadar dan penuh iman bahwa inilah peluang di mana ada ruang bagi seluruh umat untuk berbagi pengalaman iman dalam hidup sehari-hari yang bersifat konsultatif dalam hyerarki Gereja Katolik. Pengalaman iman umat dan para pelayan khusus dalam Gereja tentunya bermuara pada kesadaran Metanoya (pertobatan) untuk menjadi “garam dan terang dunia” di masa kini.

Sinodal asal katanya dari bahasa Yunani yakni “Sin” berarti bersama dan “Odos” berarti Berjalan. Singkatnya Sinodal berarti Berjalan Bersama. Melalui arti ini Sinodal yang berarti Berjalan bersama memiliki lawan katanya yakni “Asinodal” atau tidak berjalan bersama. Sehingga di zaman Secularisme yang ditandai dengan kemajuan zaman ada begitu banyak orang beriman khususnya umat Katolik mungkin tidak berjalan bersama lagi…. Lebih pada kecendrungan berjalan sendiri, apa lagi ketika dunia diterpa Pandemi Covid-19 sudah tentu semua orang berjalan sendiri-sendiri karena kalau berjalan bersama pasti akan tertular Covid. Namun bukan soal ini, yang perlu dipahami bahwa Sinodal berarti berjalan bersama dalam semangat Injil dan penghayatan iman yang benar.

Kata berjalan bersama atau Sinodal jika dimaknai terarah kepada sebuah tindakan refleksi bersama atau bermenung bersama selaku Gereja (Hirarki dan umat) menuju Pertobatan. Dengan Tema Persekutuan, Partisipasi dan Perutusan juga melalui metode Proses Sinodal yakni Doa, Sharing Pengalaman dan Ekaristi maka menjadi Sinergis atau seimbang. Dipahami yakni : Persekutuan = Doa, Partisipasi = Sharing Pengalaman, dan Perutusan = Ekaristi. Di sini ada Rahmat atau berkat bagi mereka yang bersinodal atau mereka yang berjalan bersama karena kegiatannya berpuncak pada Ekaristi yakni syukur dan diutus. Berkat bagi mereka yang bersinodal atau berjalan bersama pada akhirnya kembali pada diri sendiri yakni sadar untuk bermetanoya atau bertobat.

Sinodal atau berjalan bersama dimaknai berjalan bersama Yesus, berjalan bersama Hirarki Gereja, berjalan bersama Gereja (umat atau awam) dengan tindakan riil yaitu : doa sebelum kegiatan, lalu dibagi dalam kelompok untuk berdiskusi atau sharing pengalaman dan pleno dan akhirnya Ekaristi merupakan tindakan iman dalam Gereja yang mengajak semua orang untuk sadar dan bertobat. Dalam Doa ada penghayatan akan Persekutuan dengan Tuhan dan manusia. Dalam sharing di kelompok ada penghayatan Partisipasi aktif namun sharing atau ceritera pengalaman semua orang diajak untuk mendengarkan dan tidak memberikan solusi atau jalan keluar, ini berarti setiap orang merenungkan sendiri partisipasi atau keterlibatan dirinya apakah baik atau buruk? Jika buruk maka pertobatan adalah jalan untuk memperbaiki diri ke arah yang baik. Setelah itu misa atau Ekaristi yang mana semua orang diajak untuk bersyukur kepada

Tuhan dan menerima berkat pengampunan dari Tuhan supaya diutus untuk menghadirkan seraya menghidupkan semangat Injil secara nyata dalam dunia ini.
Sinodal adalah berjalan bersama menjadi model Pertobatan nyata atau aktual bagi semua orang khususnya umat katolik dan hirarki Gereja. Inilah tindakan yang harus diwujudkan melalui persekutuan, partisipasi dan Perutusan dalam dunia masa kini supaya gereja dapat menjadi “garam dan terang” bagi dunia. Singkatnya Sinodal adalah solusi bagi asinodal atau tidak berjalan bersama atau berjalan sendiri menuju Pertobatan.

Akhirnya, selaku Gereja (hirarki dan umat) ketika berjalan sendiri dan salah maka membutuhkan berjalan bersama untuk menjadi benar mencontohi Yesus yang selalu berkeliling sambil berbuat baik atau berjalan bersama para murid sambil berbuat baik. Yang malas, tidak aktif dalam kegiatan masyarakat dan gereja seolah-olah berjalan sendiri (asinodal) hendaknya sadar untuk Sinodal melalui Metanoya atau pertobatan dari bathinnya sendiri. Masalah-masalah dan perkara-perkara dapat diatasi melalui Sinodal (berjalan bersama). Sinodal adalah model dialog dalam Gereja yang terbuka membangkitkan kesadaran sebagai solusi tanpa harus memberi solusi melalui sebuah pikiran akal Budi.

Asimetris ke simetris
Tesis dan antitesis ke sintesis
Asinergis ke sinergis
Asinodal ke sinodal
Sebuah metode proses yang yang relevan : dari persoalan nyata ke pintu masuk (diskusi untuk pemecahan masalah) lalu ke Pintu Keluar (tindak lanjut sebagai Perutusan).
Persekutuan, Partisipasi dan Perutusan
Doa, Sharing Pengalaman dalam kelompok diskusi dan Ekaristi (misa).
Salve.

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More