Memberi Asupan Gizi Pada Jiwa

0 46

Minggu, 31 Juli 2022

HM Biasa XVIII

Pkh 1:2; 2:21-23; Kol 3:1-5.9-11; Luk 12:13-21

Seorang bapak bertanya pada dua orang anak perihal apa yang akan mereka lakukan jika mereka diberitahu tentang hari terakhir mereka. Anak pertama menjawab bahwa dia akan pergi ke Gereja untuk berdoa agar nantinya bisa diselamatkan. Alasan itu diikuti dengan perasaan takut akan kematian. Sedangkan anak yang kedua menjawab bahwa dia akan terus beraktivitas sebagaimana mestinya karena selama hidup, dia telah banyak berdoa dan berbuat baik.

Anak pertama tadi merupakan gambaran seorang yang lupa akan hal-hal rohaniah sehingga dia ketakutan menghadapi kematian. Dia tidak sempat memberi makan jiwanya dengan doa dan berbuat baik. Sedangkan anak kedua tadi tidak takut dengan kematian sebab dia telah banyak berdoa dan berbuat baik. Jiwanya sehat dengan kehidupan rohaniah.

Injil pada hari Minggu ini sangat menarik untuk kita renungkan. Yesus menampilkan dimensi kemahakuasaan Allah atas hidup dan mati seseorang. Hidup seseorang tidak didasarkan pada hal-hal lahiriah semata, tetapi juga hal-hal rohaniah. Seorang yang berlimpah-limpah harta, dalam Injil hari ini, terlalu fokus untuk menyimpan hasil panen. Terlalu fokus pada hasil panen itu menyebabkan dia tidak sempat untuk sejenak memalingkan mata pada hal-hal rohaniah. Dia lupa bahwa ada yang lebih berkuasa atas jiwanya.

Kabar Gembira yang disampaikan oleh Yesus pada hari ini mengindikasikan bahwa fokus tujuan hidup manusia bukanlah harta kekayaan, jabatan, maupun hal-hal lahiriah. Kematian adalah pintu terakhir di mana segala sesuatu yang kita sebut sebagai kekayaan atau pun jabatan harus dilepaskan. Untuk itu, selama nafas masih bekerja, penting bagi kita untuk menaruh perhatian pada hal-hal rohaniah. Jiwa kita perlu mendapat asupan gizi rohaniah agar tetap sehat dan tetap terarah pada Yang Ilahi. (mario f. cole putra, cmf)

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More