MENELAAH KOSMOLOGI MANUSIA SEBAGAI MIKROKOSMOS

0 74

Pendahuluan
Manusia merupakan makhluk yang diciptakan untuk melindungi dan melestarikan alam semesta atau yang dikenal sekarang kosmologi. Terminologi terciptanya alam semesta dimengerti sebagai peristiwa saat awal segala isi alam semesta muncul. Berkaitan dnegan term alam semesta, terbesit dalam benak kita sebagai ens rationale muncul pertanyaan-pertanyaan misalnya; bagaimanakah alam semesta yang begitu luas dan besar ini berawal, serta bagaimana menjaga tatanannya agar keseimbangannya terjaga dan bekerja. Seperti yang kita ketahui bahwa alam semesta sekarang ini bukanlah suatu yang dilewati tanpa melalui sebuah proses, tetapi alam semesta ada karena tercipta melalui sebuah proses yang sangat panjang.
Terciptanya kosmos atau alam semesta menjadi realitas yang menyulitkan manusia untuk menemukan awal dan akhirnya. Berlandaskan pada perkembangan teoti-teori yag berbicara mengenai penciptaan alam semesta, tidak ditemukan secara pasti akan kebenarannya. Hal ini dikarenakan manusia yang adalah sesuatu yang baru dalam lingkungan alam raya. Sehingga manusia sangat berusaha untuk mencari dan menemukan bagaimana terbentuk dan terciptannya alam semesta karena adanya keterbatasan dalam diri dan pandangan manusia itu sndiri. Keterbatsaan ini ditimbukan melalui pengetahuan apriori yang ada dalam diri manusia. Dengan demikian menyulikan pandangan manusia tentang alam semesta yang terus-menerus diuji akan keabsahannya.
Kita telah mengetahui banyak teori yang dikembangkan oleh para ilmuwan mengenai teori pembentukan alam semesta ini. Telah ratusan tahun para ilmuwan dan pemikir melakukan penelitian atau observasi akan terbentuknya alam semesta. Tetapi yang muncul atau yang ditemukan hanya sedikit teori saja. Tetapi menurut pandangan para kaum materialis, alam semesta ini telah ada sejak dahulu kala dan akan selalu ada selamanya, yakni tetap dan tidak berubah sama sekali. Dasar dari para materialis yang mengatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir, bahkan pandangan ini juga menolak keberadaan Allah sebagai pencipta.

Pembahasan
Defenisi Kosmologi
Secara etimologi, komologi berasal dari kata “Kosmos” yang artinya adalah dunia, aturan atau alam, dan logos yang artinya rasio atau akal. Jadi dapat disimpulkan bahwa kosmologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang alam (dunia) akan tetapi, dikatakan pula bahwa kosmologi merupakan ajaran atau ulasan tentang dunia. Kosmologi juga merupakan telaah mengenai alam semesta skala besar. Istilah kosmologi berasal dari bahasa Yunani kosmos dan diterapkan oleh Phytagoras (580-500 SM)untuk mengambarkan tatanan dan keharmonian pergerakan benda-benda langit.
Istilah dunia yang sering dianggap artinya jelas, tetapi sesungguhnya mengandung begitu banyak pemahaman dan pengertian, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun pengetahuan. Dalam tubuh kosmologi dicari akan makna kosmologi yang sebenarnya memiliki arti dunia lainnya, serta yang selalu diandaikannya. Terdapat dua segi arti yang mendasari dan mengimplinsitkan dunia. Yang pertama, menurut para eksistensialisme dunia merupakan lingkungan yang mengandung segala bentuk dunia dan segala aspeknya, sehingga tidak adanya apa-apa yang mengecilkan dirinya. Segala isi dunia lainya tidaklah terbatas, dan dirangkum dalam kentuntasan dunia. Kedua dunia memuat inti sari segala dunia, dengan demikian tidak hanya merujuk kepada aspek atau pandangan, bahkan mengungkapkan akan hakekat sendiri yang membuat dunia itu hidup dan menjadikan dunia itu menjadi dunia. Hal ini kemudian dilihat sebagai yang memiliki hubungan dengan para ahli kosmologi yang berpendapat bahwa manusia pun menjadi bagian dari dunia ini, dan dalam manusia juga didapati pokok keduniawian itu. Manusia adalah mikrokosmos. Dalam artian ini dunia tidak dengan apriori dapat dibatasi pada dunia biotik saja, dan manusia tidak boleh dikesampingkan begitu saja dari kosmologi. Justru sebaliknya, kiranya dalam manusia itu dikenakan unsur keduniawian bercorak dengan intensif; jadi perlu sekali agar manusia diikutsertakan dalam objek penyelidikan kosmologi. Keberadaan manusia dalam lingkaran kosmos dapat diuraikan sebagai berikut; kosmologi adalah suatu kesatuan dalam tubuh kosmos yang dengan sendirinya mencakup manusia sebagai mikrikosmos untuk memenuhi atau melestlarikan makrokosmos yakni alam semesta.
Dari pandangan menganai pengertian diatas, dapat ditarik simpulannya bahwa kosmologi jika dipandang secara umum memiliki begitu banyak pengertian, yaitu ilmu yang memepelajari tentang alam semesta, merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan dalam bidang astronomi yang berusaha mencari asal-usul alam semesta, struktur, serta ilmu yang memenadang keseluruhan sebagai yang integral, dan secara khusus menurut pandnagan tradisional kosmologi diposisikan sebagai cabang metafisika yang meneliti asal dan susunan alam semesta.
Berlandaskan pada watak dan karakternya kosmologi dpat dilihat dari bentuk-bentuk pemikiran kosmologi berdasarkan enam pemikiran yakni: Spekulatif, Ilmiah, Kritik, Matematis, baru dan sintesis.
a. Kosmologi spekulatif
Pemikiran kosmologi jenis ini dibangun atas dasar kerangka epistemologi yang menitikberatkan pada kemampuan kontemplasi yang bersifat spekulatif.
b. Kosmologi ilmiah.
Kosmologi model ini bekerja dengan alat dan kerangka atau desain metode yang kerja dan Produknya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
c. Kosmologi kritik.
Model kosmologi yang lahir sebagai jawaban atas keberatan-keberatan terhadap kosmologi spekulatif. okoh yang dikategorikan sebagai pemikir kosmologi kritik ialah Emmanuel Kant, karena ia memiliki ciri yang unik dan berbeda dengan model pemikiran kosmologi lain.
d. Kosmologi matematis.
Merupakan pemikiran kosmologi yang fondasinya Dirancangberdasarkan asumsi epistemologis ilmu-ilmu kealaman sepertiastronomi, fisika, dan matematika.
e. Kosmologi baru (pasca Einstein).
Mayoritas ilmuwan mengatakan bahwa sesudah Albert einstein mewariskan prinsip-prinsip kosmologi matematis, terjadi debat metodologis yang luar bisa. Justru kosmologinya dianggap sebagai ilmu baru yang memberikan sumbangan cukup signifikan kepada perkembangan ilmu dewasa ini.
f. Kosmologi sintesis.
Model kosmologi yang mencoba membuat sintesis-sintesis baru atas dasar hasil penemuan ilmu-ilmu kealaman dengan mempertimbangkan keterangan-keterangan filsafat.
Manusia sebagai Mikrikosmos
Dalam mitos mengenai penciptaan alam semesta yang terus bereksistensi dalam bentuk seperti apa pun termasuk dalam menjelaskan mengenai awal dari penciptaan bahewa fondasi dari pembentukan atau penciptaan membutuhkan pertolongan dari yang khalik dan juga dari pengetahuan lainnya. Berlandaskan pada ini terdapat dua istilah yang dapat atau sering digunakan untuk menjelaskan akan kosmologi itu sendiri. Pertama, Mikrokosmos yang dipahami sebagai benda-benda yang berukuran besar, misalnya bintang, dan galaksi. Sedangkan Mikrokosmios dipahami sebagai benda-benda yang memiliki ukuran kecil, misalnya atom, elektron, sel, dan sebagainya.
Berhadapan dengan hal ini, maka Manusia sebagai mikrokosmos, terdapat sel yang menggerakkan segala fungsi yang ada dalam tubuh dan sangat tergantung pada alam, yang dipandang makrokosmos dan menjadi sarana dalam mengaplikasikan segala apa yang ada dalam diri manusia (ens ratsionale). Hal ini disematkan dalam diri manusia karena dalam diri manusia pun terdapat kualitas yang hampir ditemukan dalam diri Allah juga. Sedangngkan dikatakan kosmos adalah makro karena mendefenisikan realitas dunia melalui segala jenis bentuk selain Allah.
Namun secara filososfi, menjelaskan bahwa tujuan memahami alam semesta, dikarenakan ingin membangun sebuah pemikiran yang relatif dan eksistensi serta untuk mengetahui kesempurnaan manusia melalui akal budi, sehingga makrokosmos mendapatkan sebuah pandangan reflektif. Hal ini dijadikan sebagai filsafat yang melihat akan perkembangan mikrokosmos (manusia) agar lebih rasional dalam berpikir terutama terhadap alam semesta.

 

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More