Mengampuni Tanpa Batas

0 23

Renungan Hari Selasa 09 Maret 2021, Pekan Prapaskah III

Bacaan I Dan 3:23,34-43

Bacaan Injil Mat 18:21-35

 

Mengasihi orang yang menyakiti kita adalah pekerjaan yang paling berat yang pernah ada. Mencintai orang yang sama sekali tidak mengasihi kita adalah pekerjaan yang cukup rumit. Mengampuni mereka yang bersalah kepada kita adalah beban yang paling berat yang tidak mampu dipikul oleh semua orang. Berhadapan dengan hal demikian, apa yang bisa dilakukan untuk menetralkan semua kebekuan dalam hati. Banyak orang merasa tidak mampu untuk menghadapi semua situasi ini. Namun beberapa orang mampu hanya sebatas untuk menyenangkan dan mencari posisi aman dan nyaman bagi dirinya sendiri.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan kepada kita tentang perumpamaan untuk mengampuni dosa. Para murid Yesus bertanya tentang berapa kali mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Yesus menjawab bahwa bukan hanya tujuh kali tetapi tujuh puluh tujuh kali. Hal ini mau menunjukan bahwa pengampunan haru berlangsung tanpa batas. Dengan keterbatasan manusiawi, Yesus berusaha agar semua orang harus mengampuni tanpa batas. Situasi ini sangat berat namun orang Kristen harus mampu menerimanya sebagai konsekuensi iman.

Mengampuni adalah kata yang paling sering diucapkan namun sangat sulit dilaksanakan. Namun sebagai orang Kristen semua ini adalah konsekuensi untuk mengikuti Yesus ke mana Ia pergi. Mengampuni harus diusahakan. Semua ini menuntut pengorbanan demi Kerajaan Allah. Yesus mengundang semua orang untuk mengasihi dan mengampuni. Orang Kristen harus bergerak dari taraf berkorban mengampuni hingga mengasihi. Semua ini adalah kunci untuk menjadi murid-Nya yang setia. Semoga iman kita menjadi sempurna dengan mengampuni tanpa batas.

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More