Menjadi Orang Setia

0 14

Renungan Hari Rabu, 18 November 2020, Pekan Biasa XXXIII,
Bacaan I: Why. 4:1-11
Bacaan Injil: Luk. 19:11-28
Pemberkatan Gereja Basilika St. Petrus & Paulus

Setia bukan sesuatu yang mudah. Banyak orang tidak mencapai kebahagiaan oleh karena gagal dalam hal kesetiaan. Orang yang setia hingga akhir akan mendapat penghormatan dan dikenang sebagai orang yang menang. Setia bukan soal mengikuti aturan secara buta. Setia adalah situasi di mana orang merasa damai dan tenang bersama apa yang dimiliki. Kita dipanggil untuk setia dalam segala hal sehingga kesuksesan pun dapat tercapai dan kebahagiaan menjadi milik kita.

Yesus dalam Injil Lukas hari ini menampilkan perumpamaan raja yang memberikan uang mina kepada 10 hamba untuk dikembangkan. Sembilan orang hamba menjalankan dengan baik dan satu hamba mengembalikannya. Perumpamaan ini digantung dan tidak ada penjelasan lebih lanjut dari Yesus. Sebenarnya ada apa dalam bacaan Injil ini. Tafsiran demi tafsiran pun diberikan. Banyak orang menyangka bahwa satu orang itu tidak setia. Justru sebaliknya yang seorang itu adalah orang yang setia di mana ia menolak untuk mengikuti kehendak penguasa untuk berhala. Dan kelompok yang menolak ini adalah kelompok Kristen yang sejati.

Kita dipanggil untuk setia. Setia berarti tetap berdiri teguh pada komitmen yang telah kita hidupi. Orang Kristen adalah garam dan terang bagi bangsa-bangsa lain yang masih hidup dalam penyembahan berhala. Orang Kristen tetap setia pada iman dan panggilannya meskipun mendapat ancaman untuk di bunuh, sebab hidup adalah untuk Kristus, dan mati adalah keuntungan. “bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.”(Luk 19:27b)

Fr. Jondri Siki, CMF
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More