Menjadi Pelayan Bagi Semua

0 31

Senin, 25 Juli 2022

Pesta St. Yakobus, Rasul

2 Kor 4:7-15; Mat 20:20-28

Di media sosial, ada begitu banyak video yang mengisahkan tentang bagaimana seorang bos yang menyamar menjadi pelayan. Bos yang menyamar tersebut berusaha untuk bertindak layaknya pelayan biasa. Namun, dalam penyamaran tersebut, dia mendapat perlakuan yang tidak mengenakan, baik dari rekan kerja alias bawahannya, maupun dari tamu-tamu yang hendak dilayani.

Di akhir kisah, biasanya, si penyamar itu menampakan diri bahwa dirinya bukanlah seorang pelayan, melainkan bos mereka. Selanjutnya, para bawahan yang memperlakukan pelayan dengan semena-mena akhirnya dipecat karena tidak bekerja dengan penuh kerendahan hati. Para tamu yang memberi perlakuan tidak mengenakan terhadap pelayan juga tampak malu dengan situasi yang ada.

Bos yang menyamar menjadi pelayan ini menunjukkan sisi kepelayanannya. Dia tidak menjadi yang harus dilayani, melainkan menjadi yang melayani. Dengan menyamar menjadi pelayan, dia mengetahui situasi yang dihadapi para pelayannya. Diperlakukan dengan tidak menyenangkan oleh rekan kerja dan para tamu rupanya menjadi resiko yang harus dihadapi para pelayan. Itulah yang hendak ia hapuskan dari lingkungan kerjanya.

Dengan demikian, dia melayani para pelayan-pelayannya agar tidak lagi menjadi yang tertindas karena posisi mereka sebagai pelayan dan agar para pelayannya bisa berbahagia dalam bekerja. Dalam arti tertentu, si bos yang menyamar itu adalah pelayan bagi pelayan-pelayannya.

Si bos ini, mengamalkan seperti yang dikatakan dalam Injil hari ini: “[…] Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani […]” (Mat 20:28). Semoga kita belajar menjadi pelayan bagi semua orang. (mario f. cole putra, cmf)

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More