Misa Live Streaming Kamis Putih

4

Mengikuti himbauan pemerintah dan Gereja, Paroki St. Vinsensius a Paulo Benlutu kembali menggelar Misa secara live streaming. Kali ini, Misa Kamis Putih yang ditayangkan secara live streaming.

Misa Kamis Putih di Paroki St. Vinsensius a Paulo Benlutu dirayakan pada Kamis, 9 April 2020 pukul 08.00 waktu Benlutu. Misa kali ini dipimpin oleh P. Mus Mali, CMF dan didampingi oleh Dkn. Agustinus Harun Weruin, CMF.

Dalam kata pengantarnya, P. Mus Mali, CMF mengajak umat sekalian untuk mengikuti teladan pelayanan Kristus yang rela merendahkan diri menjadi seorang pembasuh kaki para murid.

“Dalam perjamuan itu, Yesus memberikan teladan pelayanan dengan membasuh kaki para murid, dan memberi perintah bahwa kita hendaknya mengasihi satu dengan yang lainnya”, tukasnya.

Sementara dalam kotbahnya, P. Mus Mali, CMF mencoba mengenangkan kembali situasi Paskah pada tahun-tahun yang telah lalu di mana umat Allah selalu sibuk dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya kerohanian. Semua orang diajak untuk berkumpul merayakan Hari Raya Kebangkitan Tuhan.

“Kita mencoba untuk mengenangkan kembali tahun-tahun sebelumnya, ketika kita memasuki masa prapaskah dan saat-saat di mana kita hendak merayakan pekan suci dengan berpuncak pada kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus pada pesta Paskah”, katanya

“Setiap kita, entah para uskup, imam, diakon, katekis dan seluruh umat kristen mengisinya dengan berbagai macam kegiatan prapaskah secara bersama-sama. Entah komunitas umat basis maupun di gereja paroki, di kapela, ada suatu nuansa kebersamaan sebagai suatu kawanan Gereja Kristus, ada nuansa kesibukan rohani dalam tanda petik. Seperti kegiatan katekese, Aksi Puasa Pembangunan, jalan salib, rekoleksi, menerima sakramen rekonsiliasi, tablo, dan kegiatan rohani lainnya”, tambahnya.

Kehadiran panitia juga sangat penting dalam setiap perayaan, termasuk Paskah. Panitialah yang selalu mengkoordinir setiap gerak perayaan agar semuanya berjalan dengan lancar dan orang yang datang berdoa tidak merasa terganggu.

“Lingkungan gereja dan kapela sangat ramai karena panitia paskah sibuk mempersiapkan segala sesuatu demi suksesnya perayaan agung ini. Petugas-petugas liturgi seperti penanggung koor, lektor, organis dan putra-putri altar pun tak mau ketinggalan. Mereka berlatih berulang-ulang untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan liturgi Tri Hari Suci, mulai dari Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Alleluia, sehingga dapat mengantar umat untuk merayakan imannya dengan penuh khidmat”, imbuhnya.

Akan tetapi, suasana itu berubah ketika pandemi covid-19 atau biasa dikenal sebagai virus corona menguasai dunia. Situasi-situasi yang lazim terjadi saat pekan suci tidak terlihat pada momen Pekan Suci tahun ini.

“Di tahun ini, 2020. Semuanya terasa berbeda. Orang sejenak berdiam dan menarik diri dari hiruk pikuk keramaian dunia. Lingkungan gereja paroki dan kapela-kapela yang seharusnya ramai dengan berbagai kegiatan dan kesibukan rohani untuk persiapan perayaan Pekan Suci, akhirnya semua terasa sepi dan hening karena semua berdiam di rumah dan komunitasnya masing-masing untuk menghindari akibat buruk dari serangan virus corona yang sedang mewabah ini”, katanya.

Di tengah situasi ini, menurut P. Mus Mali, CMF, kita hanya bisa memupuk rindu dalam Pekan Suci kali ini. Rindu untuk merayakan Paskah secara bersama-sama dalam suasana kegembiraan.

“Sebagaimana Yesus dengan segala keakraban, rindu makan bersama dengan para murid-Nya dalam perjamuan persaudaraan terakhir, demikian juga kita rindu untuk hadir bersama di gereja ini untuk mengenangkan peristiwa itu. Rindu untuk melantunkan madah kemuliaan bersama, rindu untuk mendengarkaan sapaan Tuhan lewat Firmannya, rindu untuk menyaksikan peristiwa pembasuhan kaki para murid, rindu untuk menerima Tubuh dan Darah-Nya yang kita kenangkan pada hari ini, rindu untuk untuk mengadakan perarakan sakramen Mahakudus disertai dengan lentera, wangian dupa dan bunyian dari kayu bambu, dan rindu untuk menyanyikan lagu Tantum Ergo Sacramentum dalam penyembahan sakramen Mahakudus.”

“Peristiwa hari ini adalah peristiwa iman yang penuh kerinduan untuk ada bersama sebagai satu komunio, satu gereja yang diikat dengan ikatan cinta, diikat dengan darah Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menebus dosa-dosa kita”, tambahnya.

P. Mus Mali, CMF juga mengingatkan umat beriman agar selama masa yang serba sulit ini, setiap orang perlu bekerja sama dan saling membantu satu sama lain.

“Diajak untuk saling menjaga kesehatan, diajak untuk saling menguatkan, diajak untuk saling membantu, dan akhirnya, kita semua diundang untuk mendoakan satu sama lain dengan tekun”, pintanya.


Mario F. Cole Putra, CMF
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More