Misa Live Streaming Minggu Paskah

2

Paroki St. Vinsensius a Paulo Benlutu kembali menggelar misa secara online. Kali ini, paroki menyarkan Misa Minggu Paskah.

Hal ini disebabkan oleh kian merebaknya covid 19 atau biasa dikenal dengan virus corona.

Misa Minggu Paskah berlangsung pada Minggu (12/4), pukul 08.00 waktu Benlutu. Misa Minggu Paskah kembali dipersembahkan oleh P. Frederikus Jampur, CMF dengan didampingi Dkn. Agustinus Harun Weruin, CMF.

Terinspirasi dari bacaan pertama, P. Fredy, CMF mencoba menggali pengalaman iman dari Petrus. Petrus adalah orang yang terombang-ambing imannya. Dia menyangkal Yesus, tetapi pada akhirnya, dia berani tampil sebagai seorang pembela Yesus. Semua itu, kata P. Fredy, CMF, berangkat dari pengalaman akan kebangkitan Yesus.

“Tetapi pada hari ini kita mendengar dalam bacaan pertama dari Kisah Para Rasul sesuatu yang lain, karena justru Petrus tampil sebagai seorang yang diutus Allah untuk menjadi saksi suka cita Paskah bagi Kornelius dan banyak orang. Mengapa petrus kemudian berubah sikap seperti itu? Karena peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus”, katanya.

Berangkat dari situ, P. Fredy, CMF memaknai pengalaman Petrus akan kebangkitan Yesus menjadi contoh bagi umat beriman, yakni dengan mengubah cara hidup kita.

“Itulah arti dan makna kebangkitan sesungguhnya. Merubah cara hidup kita, cara pandang kita”, imbuhnya.

Namun, P. Fredy, CMF mencoba bertanya mengenai apa cara hidup yang mesti diubah. Untuk itu, bagi P. Fredy, CMF, umat beriman mesti melihat dari sisi bacaan kedua. Pada bacaan ini, Paulus mengajak umat di Kolose untuk senantiasa mencari perkara dari Kerajaan Allah. Bagi P. Fredy, CMF, mencari perkara yang di atas mesti menjadi cara pandang kita.

“Maka cara hidup cara pandang kita mesti terarah pada hal-hal Kerajaan Allah ini, seperti Cinta Kasih, pelayanan, pengorbanan, tanggung jawab, kesetiaan, dan lain-lain yang justru sangat kita butuhkan dalam dunia kita dewasa ini terutama disaat saat kita mengalami situasi krisis ini”, katanya.

Berhadapan dengan situasi dunia yang sedang dilanda pandemi virus corona ini, P. Fredy, CMF mengajak umat beriman untuk membuat cara pandang baru terhadap dunia sekarang ini dengan cara tetap tinggal di rumah. Berkorban bagi orang lain adalah makna perayaan Paskah tahun ini.

“Kita diajak untuk taat dan setia untuk tetap tinggal di rumah sambil terus berdoa untuk keselamatan manusia dan dunia kita, bersama sama membantu dan menolong mereka yang menderita dan lan sebagainya, hal ini tentu membutuhkan sikap pengorbanan dari kita semua. Itulah arti dan makna dari Perayaan Paskah yang kita rayakan ini”, katanya.

Pada bagian akhir homilinya, P. Fredy, CMF mengajak umat sekalian untuk tetap teguh pendirian pada Yesus yang telah bangkit. Umat beriman diajak untuk tetap percaya bahwa melalui Kristus yang bangkit, kasih Allah tetap selalu terpancar pada umat-Nya.

“Percaya akan kasih dan kebaikan Allah yang tetap selalu hadir dalam seluruh perjalanan hidup kita, itulah paskah bahwa kita semakin menjadi orang yang percaya akan kebaikan dan kasih Allah”, katanya.

Sebagai penutup, P. Fredy, CMF membuat akronim dari kata “PASKAH”.

“PASKAH: Percaya Akan Selalu Kasih Allah Hadir”. [mfcp]


Mario F. Cole Putra, CMF
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More