Misa Requem Alm P. Yohanes Maria Vianey Lusi Emi, C.M.F

0 2

‘Requiem Aeternam Dona Eis, Domine”
(Berilah Dia Istirahat Yang Kekal, Tuhan)

Komunitas Novisiat Claret Benlutu bersama para Misionaris yang sedang menjalankan masa formasi Tanur di Rumah Retret Novisiat serta Para Karyawan mempersembahkan Perayaan Ekaristi untuk mengenang kepergian P. Yohanes Maria Vianey Lusi Emi, CMF. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh P. Nikolaus Ilan, CMF didampingi oleh P. Mus Mali, CMF dan Dkn. Robin Makin, CMF. Perayaan berjalan teduh dalam suasana mendung dan gerimis yang menyelimuti Benlutu.

Suasana haru mengiringi Perayaan Ekaristi. Setelah pembacaan Injil, P. Mus selaku Superior komunitas Novisiat menyampaikan pengalamannya bersama P. Vianey, CMF. ‘’ P. Vianey sangat menaruh perhatian kepada para misionaris yang sakit. Dan beberapa bulan lalu ketika ia menepi di Novisiat, ia membawa satu tas penuh dengan buku untuk mulai membaca kembali sebab selama 6 tahun memimpin Delegasi beliau kurang membaca’’ kata P. Mus dalam sharingnya. P. Mus juga sempat menyinggung tentang pengalaman bersama beliau saat terpilih menjadi Delegatus pada tahun 2014. Beliau meminta agar P. Mus segera berangkat ke Benlutu untuk mengantikan P. Romi, CMF menjadi Magister Novis.

Sharing pengalam berikut adalah P. Urbanus, CMF yang menyampaikan kesan dan pesan mendalam selama bertemu P. Vianey ketika kembali dari tanah misi. ‘’P. Vianey adalah orang yang sangat lembut, dengan hati kebapaan ia selalu bertanya tentang situasi dan kondisi di tanah misi. Saya banyak kali melukai hati P. Vianey dengan tindakan saya. Saya sangat kecewa karena persaudaraan kita Claretian dihancurkan oleh Covid 19 dan saya rasa Benlutu ini sama jauhnya seperti di Sumatera sehingga hanya menggunakan zoom.’’ Ungkap P. Urbanus yang akrab disapa P. Ovan, CMF. Pengalaman khusus P. Ovan bersama P. Vianey terlihat saat di Fohorem di mana saat itu P. Vianey memuji rambut keribonya bahwa rambut ini membuatnya ganteng. Bagi P. Ovan apakah ini sinis atau pujian dia tidak tahu baginya yang penting ada kata ganteng.

Selanjutnya sharing dari P. Niko Ilan, CMF mengungkapkan pengalaman bersama Almarhum sejak berada di Seminari menengah Hokeng. Lalu kemudian berjumpa lagi di Seminari Tinggi Claret. Bagi P. Niko, Ia adalah aset Delegasi dan ide-idenya sangat berguna bagi Kongregasi dan Delegasi. ‘’P. Vianey adalah Misionaris yang sangat pintar dan bijaksana dalam memimpin Delegasi ini’’ ungkap P. Niko. Keluarga besar Delegasi Independen Indonesia Timor Leste  kehilangan sosok yang sangat dihormati dan ia juga cukup berjasa dalam keuskupan Agung Kupang.

P. Vian, CMF adalah misionaris Claretian unggul. Kotbah-kotbahnya berkualitas tinggi dan dipuja-puja oleh semua orang yang pernah mendengar kotbahnya. Bahkan Pak Norbet Jegalus, Dosen Filsafat Unwira mengatakan Kotbah terbaik yang pernah ia dengar adalah kotbah dari P. Yohanes Maria Vianey Lusi Emi, CMF. Ungkapan ini membuat para Frater Claretian bangga dengan pemimpinnya. Kualitas kepintarannya tidak dapat dibandingkan dengan orang lain dalam Delegasi Independen Indonesia- Timor Leste. Selamat beristirahat dalam damai Misionaris Tuhan. Requescat In Pace.

Jondry Siki, CMF
(Menjalankan TOP di Novisiat Claret dan Paroki St. Vinsensius A Paulo Benlutu) Alumnus Fakultas Filsafat Unwira Kupang
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More