Parfum Kebaikan Tuhan

10

Kej 23: 1-4, 19; 24:1-8, 26-27
Mat 9:9-13

Parfum atau minyak wangi adalah wangi-wangian yang digunakan untuk  memberikan aroma wangi bagi tubuh, obyek ataupun ruangan. Aroma wangi yang dihasilkan menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi orang-orang. Dalam kehidupan manusia, ada berbagai merek parfum yang diperjualbelikan. Setiap pengguna tentu memiliki daya tarik dan selera masing-masing.

Kebaikan, kejujuran dan kesopanan adalah nilai-nilai moral yang selalu ditanamkan dalam kehidupan manusia. Entah itu dalam dunia pendidikan, keagaamaan, budaya dan moral, nilai-nilai kehidupan ini selalu dipromosikan. Semua orang selalu berusaha untuk menghidupi semua nilai itu. Orang-orang yang berbuat baik selalu diterima, sedangkan mereka yang berperilaku tak sesuai dengan nilai moral yang dianut dikesampingkan atau ditolak.

Ketika orang yang dipandang baik mendapatkan prestasi atau kesuksesan, orang sekitar akan mengapresiasi. Tetapi ketika orang yang terkadang perbuatannya tidak sesuai dengan nilai moral mendapatkan kesuksesan, hanya sedikit orang yang mengapresiasi dan tak sedikit yang menghujat mereka.

Terkadang dalam kehidupan manusia, kita cenderung berpikir bahwa hanya orang yang bermoral dan memiliki status yang tinggi saja yang harus diperlakukan secara baik. Sementara mereka yang melanggar nilai-nilai moral harus dikutuk dan dijauhi. Mereka tak pantas diperlakukan secara baik. Yah, terkadang sebagai manusia kita memiliki kecenderungan tersebut. Dan tak jarang kita juga berharap agar Tuhan pun berperilaku sedemikian yakini menghukum mereka. Akan tetapi apa yang kita pikirkan bukanlah yang dikehendaki Tuhan. Hal ini dapat kita refleksikan dalam bacaan Injil hari ini.

Setelah memanggil Matius untuk mengikuti-Nya, Yesus duduk dan makan bersama orang berdosa. Tindakan Yesus memanggil Matius pemungut cukai yang dicap sebagai pendosa, duduk dan makan bersama mereka orang berdosa mencerminkan kasih dan kebaikan Tuhan yang universal.

Kebaikan dan kasih Tuhan melampaui nalar manusia. Tuhan tidak pernah meng-anaktiri-kan mereka yang terkadang jauh dari-Nya. Dia selalu membimbing dan menuntun mereka untuk kembali ke dalam dekapan kasih-Nya. Hal ini dapat dilihat dalam perkataan Tuhan Yesus: “Bukan orang sehat yang memerlukan dokter, tetapi orang sakit…, yang Ku kehendaki ialah belaskasihan dan bukan persembahan.”

Dengan bacaan suci hari ini, kita diajak untuk menjadi parfum Kristus, seperti halnya aroma parfum yang membuat daya tarik tersendiri. Hidup dan perbuatan kita haruslah membawa aroma kasih Tuhan yang melampaui batas. Ada beberapa hal yang dapat kita praktekkan dengan bercermin pada tindakan Tuhan Yesus hari ini:

  1. Kita perlu untuk menghilangkan sikap saling mengahakimi satu sama lain tanpa melihat diri kita sebagai orang yang paling benar.
  2. Kita diundang untuk menolong mereka siapa saja. Terlebih mereka yang sakit secara spiritual. Kita perlu untuk membawa mereka kembali kepada Jalan Tuhan.
  3. Belajar untuk selalu bersyukur kepada Tuhan dan menyadari bahwa Tuhan selalu menyayangi semua orang tanpa batas.

Saya ingin mengakhiri refleksi singkat ini dengan kutipan dari kitab Mazmur “Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik, kekal abadi kasih setia-Nya. Uis Neno nokan kit. Selamat berbagi kasih Tuhan.

FR. DOMI LANANG, CMF Dari Kongregasi Putra-Putra Hati Tak Bernoda Mari (CMF) Claretian Misionaris Claretian yang sedang menjalankan misi studi filsafat di National Seminary of Our Lady of Lanka, Sri Lanka

 

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More