Paroki Benlutu Yang Dulu

35

Dari Nama Pelindung Stu. Svoradus menjadi Stu. Vinsensius a Paulo. 

Berdirinya Gereja Katolik Benlutu awal mulanya adalah  sebuah Stasi dari Paroki Sta. Maria Mater Dolorosa SoE-TTS, dimana munculnya penduduk daridistrik Oekusi, (sekarang Negara Timor Leste) sebuah suku besar bernama suku Beunsila yang mengungsi ke Benlutu kurang lebih tahun 1913. Dalam suku ini terdapat lima suku kecil yakni : Bobo, Ban’afi, meko, Sikloti, sonus kaibahan. Suku-suku ini dapat dikenal melalui marganya yakni : Elu,Fallo, Abi, Oki, Kollo, Kefi. Merekalah perintis iman Katolik di Benlutu. Menurut ceritera, kehadiran mereka diterima dan disambut dengan baik oleh raja Nope di Niki-Niki dan diperkenankan menempati tanah di wilayah Benlutu sejak tahun 1913-an.

Selanjutnya, sebagai umat Katolik saat itu, untuk kepentingan peribadatan pada hari Minggu dan hari-hari raya besar Gereja, maka bapak Zakarias Elu dan tokoh-tokoh adat setempat mendirikan sebuahKapela sederhana di desa Benlutu. Bangunannya berdaun alang-alang dan berdinding pelepah bambu di tanah milik bapak Zakarias Elu. Kondisi ini mendorong para misionaris SVD yang berkarya di paroki Sta.Maria Mater Dolorosa Soe pada masa itu untuk menangani umat Katolik Benlutu menjadi sebuah Stasi Pastoral. Maka pada tahun 1968, P. VincensiusLeckovic, SVD, selaku pastor paroki Sta. Maria Mater Dolorosa Soe, mengambil prakarsa untuk membangun sebuah kapela permanen. Kehadiran P. Vincensius Leckovic, SVD di sambut baik oleh umat katolik di desa Benlutu sehingga Bangunan Permanen berukuran 21 X 12 M mulai dikerjakan oleh Bruder Beatus, SVD dan para tukang misi saat itu.

Tepatnya tanggal 16 Oktober 1972, gereja Katolik Permanen di Benlutu diresmikan oleh Bapa Uskup Dioses Kupang (MGR. Gregorius Manteiro, SVD. Alm) dan diberi nama Kapela St. SvoradusBenlutu. Di pihak lain kapela Stu. Svoradus Benlutu sebenarnya telah dilayani sejaktahun 1960-an sampai tahun 2001 oleh para Imam misionaris yang bertugas di Paroki Sta. Maria Mater Dolorosa Soe. Menurut catatan P. V. Lecko, “Kapela Benlutu adalah induk lahirnya Kapela-Kapela lain di wilayah SoE-TTS”.

Pada tahun 2001,hadirlah para Misionaris Claretian (CMF) membangun rumah pembinaan calon religus (Noviciat). Sejak saat itu pelayanan di Stasi Benlutu di percayakan kepada Kongregasi Misionaris Claretian (CMF). Kehadiran Misionaris Claretian sangat membantu umat di Paroki Benlutu untuk berkembang menuju pembentukan sebuah Paroki baru. Dengan beberapa bentukpelayanan pastoral, antara lain : pastoral keluarga, pastoral kaum muda, anak dan remaja, ekumene dan pendidikan, secara perlahan-lahan stasi benlutu dianggap layak berdiri menjadi sebuah Kuasi paroki kemudian menjadi Paroki.

Pada tahun 2001, di masa P. Simon Suni, SVD selaku Pastor Paroki SoE saat itu, RD. Kornelis Usboko dan RD. Arkingelius Asa sebagai pastor Rekan dan Fr. Herman Hillers Penga sebagai Frater TOP, YM. Uskup Agung Kupang (MGR. Petrus Turang) memberikan petunjuk untuk  mempersiapkan Kuasi Paroki Benlutu. lewat kerja keras melalui pengumpulan data umat sebagai sebuah bahan pertimbangan dan dibantu oleh beberapa katekis asal Benlutu hasilnya terangkum dan dimasukan ke keuskupan.

Maka pada tahun 2002, Stasi Benlutu dinaikan statusnya menjadi Kuasi Paroki Benlutu dengan pastor kuasi adalah P. Damasus Sumardi, CMF hingga tgl. 15 Februari 2003 menjadi Paroki di wilayah Keuskupan Agung Kupang oleh Yang Mulia, Bapak Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang dengan nama santo pelindung Paroki adalah St. Vinsensius A Paulo.

Semenjak menjadi paroki, karya pelayanan pastoral ditangani oleh para imam misionaris Claretian, antara lain : P. Damasus Sumardi (tahun 2002 -2007), P. Siprianus Asa, CMF (2007-2010), P. Walburga Poca (2010-2012), P. Damianus Tasaeb Lamak (2012-2016) dan RD. Herman Hillers Penga (2016 -…) dan karya pastoral akan terus berestafet dari satu Pastor ke Pastor yang lain demi membangun iman akan seruan pertobatan dan Kerajaan Allah di tanah Benlutu.

 

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More