Persembahan Diri

2

Renungan Hari Selasa 02 Februari 2021,  Pesta Persembahan Tuhan Di Kenisa

Bacaan  I Maleakhi 3:1-4

Bacaan II Ibrani 2:14-18

Bacaan Injil Luk 2:22-32

 

Persembahan yang dikenal olah orang adalah sebatas memasukan uang ke dalam peti kolekte. Atau membawa barang-barang berupa hasil alam di depan altar Tuhan. Namun lebih dari itu ada yang jauh lebih mengagumkan yakni persembahan diri sebagai korban yang hidup bagi Tuhan. Totalitas hidup manusia adalah persembahan yang baik dan benar serta merupakan cara untuk memuliakan Allah dengan pantas. Persembahan merupakan kata yang tren dalam kehidupan menggeraja. Sebab di sana kita menyerahkan seluruh suka dan duka hidup kita kepada Allah pemilik kehidupan. Tuhan tetap menjadi sandaran dalam segala persembahan yang baik dan benar.

Hari ini, Gereja merayakan Pesta Persembahan Tuhan di Kenisa. Sejalan dengan perayaan ini, Bacaan Injil yang ditampilkan kepada umat beriman mengisahkan hal serupa yakni, Keluarga Kudus mengarak Yesus menuju Bait Allah di Yerusalem untuk dipersembahkan kepada Allah sesuai dengan hukum Taurat bahwa setiap anak sulung harus dipersembahkan dalam kenisa. Keluarga Kudus memenuhi kewajiban hukum Taurat dan mereka menjumpai Simeon dan Hana yang sedang bertugas di Bait Allah. Simeon yang mengharapkan pelepasan bagi Israel bersukaria dan memuji Allah dengan meminta agar ia boleh segera berpulang sebab ia telah melihat keselamatan yang besar dari pada-Nya.

Simenon pun meramalkan bahwa Maria akan menanggung luka yang berat oleh karena karya agung yang dikerjakan oleh Yesus. Bahwa ia akan ditembusi oleh sebilah pedang dan banyak orang di Israel akan ia jatuhkan dan Ia bangkitkan. Hal ini kemudian menjadi nyata dalam segala perdebatan tentang hukum dan kemanusiaan dalam praktek hukum di Israel. Yesus membawa revolusi baru dalam hidup keagamaan orang Yahudi di mana hukum Taurat mendapat pembaharuan dengan hukum cinta kasih. Yesus menjadi berkat segala bangsa sebab Ia adalah terang yang telah terbit di atas mereka.

Bersama dengan keluarga Nazareth, kita diundang untuk mempersembahkan diri kepada Tuhan. Sejatinya umat Kristiani tidak boleh segan untuk mempersembahkan anak-anak mereka kepada Tuhan demi karya pelayanan. Tidak mudah memang mengikuti Tuhan. Ada banyak rintangan dan tantangan yang kita jumpai dalam perjalanan menuju Yerusalem Surgawi. Hidup hanya sekali dan persembahan diri kepada Tuhan tidak boleh disesali sebab itu adalah pilihan yang terbaik di antara segala pilihan baik yang ditawarkan kepada umat beriman. Mari kita menjadikan hidup kita sebagai persembahan diri yang hidup bagi Tuhan dan sesama. Selamat merayakan Pesta Persembahan Tuhan di Kenisa.

Jondry Siki, CMF

(Menjalankan TOP di Novisiat Claret dan Paroki St. Vinsensius A Paulo Benlutu)

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More