RENUNGAN PEKAN SUCI YM. MGR. PETRUS TURANG, Pr HARI KAMIS PUTIH

5

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adlah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kami saling mengasihi”
(Yoh 13: 34-35).

Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr

Hari Kamis Putih adalah kenangan akan Perjamuan Tuhan. Kita merayakan perutusan cinta kasih Tuhan bagi manusia. Kita menyembah kehadiran-Nya demi kebaikan manusia. Kita membarui perutusan cinta kasih dalam persekutuan hidup iman kita. Kita membuka diri untuk kerjasama yang mensejahterakan semua orang. Kita berani keluar dari ingat diri dan menggerakkan kemurahan hati untuk hidup berbagi dengan semua orang. Perjamuan Tuhan mendorong kita untuk melakukan perbuatan kasih dengan tulus hati.

Yesus Kristus membasuh kaki para murid-Nya. Dia Guru dan Tuhan, namun merendahkan diri dan memberikan teladan cinta kasih par excellence. Teladan Kristus yang mendahului sengsara dan wafat-Nya membuka jalan bagi kita untuk menjadi sesama yang baik. Oleh karena itu, setiap kali kita menerima Tubuh dan Darah Tuhan, kita merayakan kembali penyerahan diri-Nya demi kebaikan kita. Kita memperoleh kekuatan untuk menjalani hidup dengan tak kekurangan apapun. Kita mendapat kekuatan untuk membangun keseimbangan hidup dalam diri kita dan dalam hubungan sesama. Teladan cinta kasih Kristus harus mewujud dalam perjalanan hidup kita. Tanpa cinta kasih yang benar, hidup kita menjadi kosong dan tanpa makna.

Di saat wabah coronavirus, kita sadar kembali akan perutusan kita untuk peduli satu sama lain. Dalam kepedulian bersama dan dengan sikap solidaritas yang tulus, kita bahu membahu mencari jalan agar serangan wabah ini dapat dihentikan. Cinta kasih Kristus mendorong kita untuk belajar hidup bersesama dan membangun perbuatan hidup yang merangkul semua orang. Kita perlu keluar dari sikap hidup individualistik yang ketat. Hari Kamis Putih menyadarkan kita kembali bagaimana peduli sesama yang baik dan benar. Kehadiran Yesus Kristus adalah pernyataan cinta kasih tanpa pamrih. Dengan demikian, dalam ketersendirian perayaan Kamis Putih, kita insaf akan antarhubungan gerejani, biarpun daring, karena kita dapat melakukan perayaan antar batin yang dipersatukan oleh Daya Yesus Bangkit, yaitu Roh Kudus. Di dalam Roh Kudus, kita kuat bersatu sehati sejiwa dalam mengenang Perjamuan Tuhan secara streaming.

Kenangan Kamis Putih juga mengingatkan kita sebagai murid-murid Kristus untuk memiliki kemurahan hati dan peduli sesama dengan tulus. Sebagaimana kita menerima Kristus sebagai anugerah kasih, maka kita juga harus menerjemahkannya dalam peduli sesama. Apa yang kita terima dari kebaikan Kristus hendaknya dibagikan dengan murah hati dengan sesama, khususnya mereka yang berkekurangan dalam membangun hidup yang bermartabat manusiawi.

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More