Renungan Pekan Suci YM. Mgr. Petrus Turang, Pr Hari Sabtu Alleluya

15

“Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? la tidak ada di sini, la telah bangkit … Anak manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, daan akan bangkit pada hati yang ketiga” (Lk. 24:5-7).

Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr

Perayaan Sabtu Paskah adalah pesta kemenangan. Kristus menang atas maut dengan bangkit dari antara orang-orang mati: terang dalam kegelapan. Kebangkitan Kristus membuka pintu sorga bagi manusia. Yesus bangkit mengalahkan segala penghalang bagi manusia untuk berkomunikasi dengan Bapa Nya. Yesus bangkit adalah Pengantara dan Juruselamat kita. Di dalam kebangkitan Kristus, kita bermegah sebagai anak-anak Allah yang merdeka. Tanpa kebangkitan, sia-sialah iman kita, demikian titah St. Paulus. Kita melakukan panggilan serta peruitusan iman kita, karena Kristus dibangkitkan Bapa. Kematian tidak lagi berkuasa atas manusia. Itulah jalan masuk ke dalam persekutuan dengan Bapa di sorga di dlam Kristus, Terang dunia.

Para rasul serta murid Yesus lainnya bimbang dan ragu-ragu akan Yesus. Mereka takut dan terkurung dalam keputusasaan. Mereka tidak yakin bahwa Yesus adalah Mesias. Mereka selalu minta pernyataan yang kelihatan. Biarpun Yesus telah menampakkan diri-Nya, mereka tetap tidak yakin dan binggung. Biarpun, demikian kebangkitan Kristus lambat laun menyusupi hati mereka. Pelbagai perjumpaan telah mengubah hati mereka. Namun, mereka tetap takut tanpa daya. Kristus bangkit tetap mendidik dan membimbing mereka kepada janji-janji-Nya. Akhirnya, mereka percaya!

Kebangkitan yang diimani oleh para Rasul diwartakan sampai kepada kita. Kita juga bersatu dalam kebangkitan Kristus, biarpun kita juga tidak selalu yakin. Kita lebih percaya pada kekuatan manusiawi kita. Dengan kemampuan teknologi, kita sering

jauh dari warta kebangkitan Kristus. Kita yang sudah disatukan dengan kematian serta kebangkitan-Nya dalam Permandian seringkali melihatnya sebagai pernyataan yang menguntungkan atau merugikan. Manusia tetap tertutup pada kemampuan manusiawi, sehingga perayaan kebangkitan berlau begitu saja. Kita merayakannya seperti kegiatan-kegiatan lain dalam hidup kita. Namun, kita yang memperoleh anugerah Permandian harus membangun hidup iman akan kebangkitan. Oleh karena itu kita perlu 40 hari untuk merenungkan kembali tentang peristiwa-peristiwa iman dalam perjalanan hidup ini. Diharapkan bahwa dalam Sabtu Paskah ini, kita merayakannya dengan iman yang terbarui, yaitu percaya benar akan kebangkitan Kristus sebagai sumber keselamatan kita di tengah tantangan dan kesulitan saat ini. Paskah kebangkitan adalah pusat dan puncak hidup iman kital Di dalam iman Paskah ini, kita selalu dapat berjumpa dengan daya untuk bergerak dalam dunia ini sebagai murid-murid Kristus yang bangkit, yaitu berani membangun keadilan dan perdamaian.

Dalam masa yang sulit akibat wabah coronavirus, kita bangkit bersama Kristus dengan hati nurani terbarui: kita peduli akan sesama dengan tulus, kita perbarui cara kerja serta perhatian akan liingkungan hidup, kita belajar kerjasama dengan semua orang, kita menjadi murid Kristus yang sejati. Kita berupaya menjadi orang beriman yang baik dan benar. Kita tidak menyerahkan diri pada berhala-berhala modern yang kita sendiri ciptakan. Kita kembali kepada Bapa yang membangkitkan Kristus. Kita berlaku sebagai warga yang unggul dalam hidup sosial, ekonomi dan politik, sehingga terbitlah keseimbangan hidup yang bermartabat dalam keluarga dan lingkungan hidup kita. Selamat Pesta Paskah! Selamat bangkit dari keprihatinan hidup kita!

Alleluya!

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More