Rindu Pembebasan

9

Hari-hari ini, dunia kita berduka karena pandemi yang tak kunjung berakhir. Hari selalu membawa tangis, karena liang lahat terus menyambut mayat. Karena itu, kita semua berduka.

Duka dunia hari ini, hampir sebanding dengan duka bangsa terpilih dalam perbudakan di Mesir. Dan, sama seperti umat Israel, kita semua merindukan pembebasan dari “perbudakan pandemi”.

Di tanah perbudakan, bangsa Israel mewarnai hari dengan “erangan” (groaning). Erangan bangsa Israel, bukan sekedar teriakan pemberontakan atas penderitaan;– tetapi suatu kerinduan penuh harapan pada bantuan yang Ilahi untuk pembebasan (bdk. Kel 6:4-7). Alhasil, Isarel pun dibebebaskan dari perbudakan – oleh bantuan Allah melalui tangan manusia!

Dalam bahasa umat beriman, “erangan” Israel sama dengan doa yang tak jemu-jemu. Kita harus berdoa dengan tak jemu-jemunya – memohon bantuan Allah untuk pembebasan bumi kita tercinta dari pandemi Covid-19.

Dan, doa harus diimbangi dengan pengindahan segala anjuran yang ditawarkan pemerintah dan para medis. Kita yakin, Allah akan membantu kita – melalui tangan pemerintah dan para medis!
“Save the world, run the rule”

Ponsianus Ladung, CMF

(Menjalankan Tahun Orientasi Pastoral di Atmabrata, Jakarta Utara, Keuskupan Agung Jakarta)

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More