Siapa Pengarang Injil Yohanes?

0 9

Pertanyaan mengenai siapa yang menulis injil Yohanes akan terus menjadi perdebatan sepanjang sejarah. Dalam Yohanes 21:24 dikatakan bahwa dia adalah murid yang dikasihi Tuhan. Dialah yang memberi kesaksian tentang Tuhan dan menulis kesaksian itu. Hal ini pun tentu masih diperdebatkan. Apakah dia yang menulis seluruh injil Yohanes atau dia hanya menulis bab 21 yang oleh banyak ahli dianggap sebagai bagian tambahan? Apakah murid yang dikasihi itu adalah Yohanes, anak Zebedeus?

Murid yang dikasihi hadir dalam beberapa kisah dalam injil Yohanes. Dalam perjamuan malam terakhir dia yang bersandar di dada Yesus (Yoh 13:23). Ketika tergantung di kayu salib Yesus mempercayakan ibu-Nya kepada murid yang dikasih (Yoh 19:23-26,35). Dia juga menjadi saksi kebangkitan Yesus ketika berlari lebih cepat dari Petrus ke makam Yesus (Yoh 20:2-10). Tentang dia, Yesus mengatakan kepada Petrus bahwa jika Yesus menghendaki supaya dia tetap hidup sampai Yesus kembali itu bukan urasan Petrus (Yoh 21:22).

Selanjutnya, murid yang dikasih oleh Yesus diidentikkan dengan Yohanes. anak Zebedeus. Hal ini terjadi pada zaman bapa-bapa Gereja yakni Irenius dan Polikarpus. Alasan pengidetikan ini adalah karena ia hadir dalam perjamuan malam terkahir dan bersama-sama dengan Petrus pada saat kebangkitan. Hal ini merupakan sebuah kemungkinan yang masuk akal. Namun tetap saja ada keberatan berkaitan dengan pengindetikan ini. Hal ini didasarkan pada dua bukti yaitu:

1. Bukti eksternal: kesaksian bapa-bapa Gereja

Irenius mengatakan bahwa Yohanes yang adalah murid Yesus juga menulis injil ketika dia berada di efesus. Namun hal ini diragukan karena jemaat kristen di efesus tidak pernah mengatakan bahwa Yohanes rasul pernah melayani jemaat di efesus. Bisa saja bapa-bapa Gereja ini salah mendapat informasi sehingga mereka mengidetikkan penulis injil Yohanes dengan Yohanes rasul. Klemens dari alexandria berpendapat bahwa karena diinspirasi oleh Roh Kudus Yohanes Rasul menulis injil. Satu sumber lain yakni kanon muratori juga mengatakan hal serupa. Namun semua ini sulit diterima karena hanya bersifat legenda dan polemik.

2. Bukti internal: Yoh 21:24

Dalam ayat ini tertulis, “Dialah murid yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu bahwa kesaksiannya itu benar.” Di sini muncul pertanyaan apakah murid yang dikasihi itu yang menulis injil ini? Apakah dia adalah Yohanes, anak Zebedeus? Di sini juga muncul sebuah penafsiran akan kata yang cukup penting dalam ayat 24 yakni “semuanya ini” (tauta). Di sini tidak jelas, apakah kata itu menunjukan keseluruhan injil, atau hanya bab 21, atau hanya menunjuk pada Yoh 21: 21-23? Jika kata itu menunjuk keseluruhan, apakah murid itu adalah Yohanes, anak Zebedeus? Sementara injil tidak memberi nama pada murid yang dikasihi.

Di tengah perdebatan itu ada hal yang pasti bahwa yang dimaksud murid yang dikasihi itu adalah dia seorang Yahudi. Dia berasal Yahudi Palestina. Dia mengenal baik pemikiran dan tradisi Yahudi. Selain itu dia juga mengenal dengan baik geografi Palestina.

Sumber:

St. Eko Riyadi, Yohanes Firman Menjadi Manusia, Yogyakarta, Kanisius, 2011

Martin Harun, Yohanes Injil Cinta Kasih, Yogyakarta, Kanisius, 2015

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More