Tuhan yang Sungguh Hadir dalam Ekaristi

0

Dalam kalendarium Gereja Katolik, dua minggu setelah Hari Raya Pentekosta atau satu minggu setelah Hari Raya Tritunggal Mahakudus dirayakan sebagai Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Perayaan iman ini mengingatkan kita akan keberadaan Tuhan yang sungguh nyata dalam setiap perayaan Ekaristi yang kita rayakan.

Kita mengenal Perayaan Ekaristi dari momen perjamuan malam terakhir antara Yesus dengan para murid. Dalam peristiwa itu, Yesus berucap, “Inilah Tubuh-Ku…” (Mat 26:26; Mrk 14:22)  dan “Inilah Darah-Ku…” (Mat 26:27-28; Mrk 14:24).

Ketika Yesus mengucapkan kata-kata tersebut sambil mengangkat roti dan anggur, Yesus tidak sedang berucap bahwa roti dan anggur itu adalah simbol ataupun tanda. Yesus juga tidak sedang berucap bahwa roti itu tetaplah roti dan anggur itu tetaplah anggur.   

Ketika Yesus bertindak memberi roti dan anggur sekaligus berucap “Inilah Tubuh-Ku; Inilah Darah-Ku”, ada kuasa Ilahi yang terjadi, yakni roti dan anggur diubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus.

Dengan kata-kata itu, Yesus sungguh-sungguh memberikan diri, Tubuh dan Darah-Nya, kepada para murid. Yesus tidak sedang berseremonial untuk mengadakan perpisahan dengan para murid dengan membagi-bagikan roti dan anggur.

Berangkat dari situ, Gereja Katolik mempercayai dan mengajarkan kepada kita semua bahwa Tuhan Yesus Kristus sungguh hadir secara nyata dalam setiap Perayaan Ekaristi. Ketika seorang imam mendaraskan kembali kata-kata Yesus dalam Doa Syukur Agung (DSA), itu bukan kata-kata biasa yang mengajak kita untuk memainkan ingatan akan suatu peristiwa yang pernah terjadi di masa yang lampau. Kata-kata yang kembali diucapkan oleh imam itu adalah ajakan kepada kita untuk turut serta dalam peristiwa yang sama yang kini sedang hadir dan dirayakan saat itu juga.

Roti dan Anggur, ketika dikonsekarikan tidak lagi menjadi roti dan anggur, tetapi telah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Kelihatannya adalah roti dan anggur, tetapi secara substansi adalah Tubuh dan Darah Kristus.

Inilah yang dalam Gereja Katolik disebut dengan Transubstansiasi. Katekismus Gereja Katolik menyebutkan bahwa transubstansiasi adalah perubahan substansi roti menjadi Tubuh Kristus dan anggur menjadi Darah Kristus oleh karena Sabda Kristus dan kuasa Roh Kudus melalui para imam dalam konsekrasi (bdk. KGK 1375, 1376) saat perayaan Ekaristi.

Dengan peristiwa transubstansiasi ini, Gereja Katolik mengajarkan kepada kita bahwa Yesus sungguh hadir secara nyata di depan mata kita! Dalam sejarah Gereja, sudah banyak kisah tentang mukjizat Sakramen Mahakudus ini. Hal tersebut mau menunjukkan bahwa Yesus sungguh-sungguh hadir dalam Hosti yang telah mengalami transubstansiasi.

Maka, pantaslah kita katakan bahwa Gereja Katolik memiliki harta terbesar dalam dirinya, yakni Perayaan Ekaristi, sebab Yesus benar-benar mempersembahkan diri untuk umat-Nya. Perayaan ini sungguh-sungguh berasal dari Yesus. Yesuslah yang menetapkannya! Sebab itu, Ekaristi adalah sumber dan puncak dari seluruh hidup Gereja.

Dengan demikian, kita sungguh berbahagia karena setiap kali mengikuti Perayaan Ekaristi, kita sungguh melihat Tuhan yang sungguh-sungguh hadir. Kita juga sungguh berbahagia karena kita juga diundang untuk menyantap-Nya, kita menjadi satu dengan Tuhan. Dan, kita mestinya berbahagia karena diajak untuk membagikan kebahagiaan itu kepada orang lain, sebab Tuhan telah menyatu dengan kita.

 

mario f. cole putra, cmf

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More