Warga Benlutu Mengeluh Hujan

0 1

 

Benlutu PB. Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam satu bulan terakhir diguyur hujan   dengan intensitas tinggi. Hampir pasti bahwa setiap sore hujan harus melawati bumi TTS. Salah satu desa yang menjadi langganan tetap hujan adalah Benlutu, Fatumetan, Panmolo dan Boentuka. Berdasarkan peta pelayanan parokial nama-nama ini berada di wilayah pastoral Paroki St. Vinsensius A Paulo Benlutu. Hujan yang mengguyur hampir setiap sore mendatangkan beragam tanggapan dari warga setempat.

            Ada yang bersyukur dengan hujan tahun ini ada pula yang mengeluh dengan intensitas hujan yang terus meningkat setiap hari. Beberapa warga mengeluh lantaran pekerjaan mereka harus ditunda akibat hujan yang mengguyur setiap hari. Berdasarkan laporan dari BMKG nasional, bahwa pada tahun ini untuk wilayah Indonesia Selatan dilanda La Nina sehingga curah hujan sangat tinggi.

            Hujan yang mengguyur setiap hari membuat beberapa lokasi longsor dan menimbun selokan air.  Jalan Trans Timor Raya Benlutu- Fatumetan sudah terjadi beberapa longsor kecil dengan titik yang berbeda. Dinar Pekerjaan umum TTS belum mengambil kebijakan untuk memperbaiki longsor yang menimbun selokan air lantaran hujan masih mengguyur TTS dan sekitarnya sampai bulan Mei. Intensitas hujan yang kian meningkat membuat beberapa warga memberi komentar sesuai suasana hati mereka. Hujan tahun ini seolah mendatangkan berkat dan kutuk. Beberapa pohon tumbang dan kebun jagung serta sawah pun terendam banjir.

            ‘’kalau hujan terus begini, makan bisa-bisa jangung membusuk’’ keluh seorang ibu yang tidak ingin disebutkan namanya. Selain ini ada beberapa komentar warga tentang hujan tahun ini. ‘’hujan ini bikin kita tidak bisa beraktivitas di luar rumah’’ pukas salah seorang warga Benlutu. Namun di balik komentar-komentar tersebut ada nada optimisme dari warga lain terkait hujan tahun ini. ‘’Syukur hujan tahun ini sangat bagus. Kita akan berkelimpahan air sampai dua atau tiga tahun ke depan’’ tanggap Bapa Paulus Dusur salah seorang guru bahasa Inggris di SMP Negeri Hane asal Manggarai saat melangkah keluar dari Gereja pada Sabtu (13/03/2021).

            Warga menanti dengan rindu curah hujan yang baik selama dua tahun. Dan pada tahun ini curah hujan sungguh di luar dugaan. Beberapa sawah kini sudah tergenang air dan sumber-sumber mata air sudah memancar keluar. Curah hujan tahun ini bisa mendatangkan berkat sekaligus kutut. Sebab di beberapa tempat terjadi bencana longsor dan pohon tumbang.

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More