Yesus Melampaui Segala Kuasa

0 1

Renungan Hari Rabu 24  Februari 2021, Pekan Prapaskah I
Bacaan I Yun.3:1-10
Bacaan Injil Luk.11:29-32

Pepatah klasik mengatakan bahwa malu bertanya, sesat di jalan. Pepatah ini mengingatkan kita tentang pentingya bertanya untuk menemukan jawaban yang masih kabur dalam pikiran  kita. Dengan bertanya orang kemudian mendapatkan jawaban dan memuaskan dahaga intelektualnya. Bagaimana kita menyikapi orang-orang yang sengaja mengajukan pertanyaan untuk mencobai kita. tentu ini sangat disayangkan karena sekadar untuk mencobai dan tidak ada hasrat untuk mengetahui apa yang ia tanyakan. Pertanyaan harus selalu berangkat dari rasa ingin tahun apa yang belum diketahui.

Penginjil Lukas hari ini menampikal kepada khalayak beriman tentang pertanyaan orang-orang Farisi dan tua-tua agama Yahudi mengenai tanda. Mereka meminta tanda kepada Yesus sekadar untuk  mencobainya. Yesus menjawab mereka dengan menunjukan tanda Nabi Yunus serta membandingkan diri-Nya dengan orang-orang zaman Perjanjian Lama Salomo dan Ratu dari Ethiopia dan Yesus mengatakan bahwa diri-Nya lebih besar dari Yunus, Salomo dan Ratu dari Selatan. Hal ini mau menunjukan bahwa Yesus jauh lebih berkuasa dari mereka dalam Perjanjian Lama. Bagi Yesus orang-orang yang Ia sebutkan adalah tanda yang nyata bagi mereka.

Kerap kali dalam hidup iman kita, selalu saja ada permintaan-permintaan yang tidak masuk akal. Kita meminta sesuatu sekadar untuk memenuhi keinginan kita semata tetapi bukan kebutuhan kita. kita tidak bisa membedakan mana yang menjadi prioritas dalam hidup. Kita cenderung untuk memuaskan apa yang kita inginkan. Kita tidak peduli apakah itu berguna atau tidak dalam hidup bersama. Yesus mengundang kita untuk mempunyai skala prioritas dalam hidup. Bertanya untuk sesuatu yang bisa berguna bagi hidup dan bukan semata-mata untuk mencobai orang lain.

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More